Cerpen anak sayang binatang

Penyelamat Kucing


Ada banyak kucing liar di komplek perumahan Nino.Satu di antaranya setiap hari datang ke rumah Nino lalu tidur di keset depan pintu rumah Nino. Kucing itu berwarna putih. Maka Nino pun memanggilnya Putih. Pasti Putih suka tidur di keset karena empuk dan hangat.

Krek krek krek, bunyi kuku Putih saat menggaruk-garuk keset.

Mama tak suka dengan kelakuan Putih, apalagi ketika suatu hari Putih tidur di keset rumah dengan badan basah dan kotor.

“Pergi pergi!” Usir Mama. Mama lalu mengganti keset kotor dengan yang baru. Sebuah keset tebal yang halus dan empuk.

“Nino usir kucing itu kalau datang lagi ya. Keset Mama nanti kotor dan rusak.”

“Iya Ma,' Nino menjawab dengan enggan. Semoga hari ini Putih tidak kesini. Nino mengharapkan Putih lupa jalan ke rumahnya. Mengharapkan Nino menemukan keset baru untuk ditiduri. Mengharapkan Putih dapat ikan asin dijalan. Kekenyangan lalu ketiduran di tempat itu.

“Meong!”

“Hah!”tentu saja Nino terkejut. Sebab tiba-tiba Putih lari masuk, menyenggol kakinya lalu  berlari menuju keset empuk di depan pintu.

Krek krek krek. Putih datang dengan badan yang kotor. Hmm habis main dari mana saja sih dia.

Aduh gawat. Mama datang . Rupanya mama mendengar bunyi krek krek.

Toing, Mama melempar Putih dengan sapu. Putih lari dan setelah itu selama dua hari kemudian Putih tak datang lagi.Kemana ya Putih, pikir Nino setelah esoknya Nino tak melihatnya.

Nino pulang bermain. Tiba- tiba ia mendengar suara kucing mengeong lemah.

“Putih!'

Ternyata Putih ada di depan teras rumah kosong. Putih berjalan dengan sedikit pincang. Wah kaki Putih luka. Jangan-jangan lemparan sapu Mama mengenai kaki Putih.

Nino berpikir sebentar. Ia lalu pergi ke toko membeli plester luka. Untung saja Nino punya sedikit uang. Nino lalu menempelkan plester ke luka di kaki Putih.

“Aku akan membawakanmu makanan. Tunggulah di sini.”

Nino lari pulang. Ia ke dapur mencari makanan untuk Putih. Ada Mama duduk di meja makan.  Kenapa Mama  galau gitu ya.

“Nino, Mama kok sudah lama tidak melihat kucing itu. Apa dia luka sebab Mama melemparnya terlalu keras.”

Wah ternyata Mama merasa bersalah.

“Putih luka Ma. Ini Nino mau bawakan makanan untuk dia.”

“Astaghfirullah, bawa kucing itu kemari.”

Nino membawa Putih ke rumahnya . Mama yang merasa bersalah memberi Putih makanan dan sebuah keset untuk ditiduri Putih malam ini.

“Keset khusus untuknya,” kata Mama

“Wah terima kasih Ma. Putih pasti senang sekali.”

“Tapi kamu tidak boleh pindah tidur ke keset di depan pintu. Itu keset baru dan mahal. “Mama berbicara pada Putih.

Nino geli,semoga saja Putih mengerti ucapan Mama.

Meong,Putih mengeong. Wah semoga saja itu jawaban Putih yang artinya baiklah.

by nita bezari

Comments