Posts

Showing posts from December, 2020

Cerpen Anak sayang Tanaman

Pahlawan Sebatang Pohon Pohon jambu di pinggir lapangan ramai. Lima anak bertengger di dahan-dahannya. Ape duduk di dahan paling rendah. Ia duduk sambil makan jambu. Liang, Umay,Pono, Abu naik di dahan yang lebih tinggi.Abu menikmati langit. Ia suka langit biru dan awan. Langit terlihat sangat dekat di atas pohon ini. Bagi lima bocah itu pohon jambu itu adalah markas. Tiba-tiba tiga lelaki datang. Mereka menengok ke atas.

Cerpen anak sayang binatang

Penyelamat Kucing Ada banyak kucing liar di komplek perumahan Nino.Satu di antaranya setiap hari datang ke rumah Nino lalu tidur di keset depan pintu rumah Nino. Kucing itu berwarna putih. Maka Nino pun memanggilnya Putih. Pasti Putih suka tidur di keset karena empuk dan hangat. Krek krek krek, bunyi kuku Putih saat menggaruk-garuk keset. Mama tak suka dengan kelakuan Putih, apalagi ketika suatu hari Putih tidur di keset rumah dengan badan basah dan kotor.

Cerita Detektif : Bukan Halaman Depan

Image
Gambar Majalah Bobo   Gadis termalang Di dunia! seperti itulah Kiko menyebut dirinya. kecelakaan mobil setahun lalu membuat matanya buta. sejak mengalami kebutaan, Kiko berubah. Kiko jadi pendiam, tak mau bergaul dengan teman-temannya, bahkan menolak bersekolah di sekolah khusus. Papa, dan Mama Kiko terus berusaha mengembalikan semangat Kiko.

Jenius Turun dari Loteng

Image
  Gambar Majalah Bobo   “Jadi kamu nggak mau bantu,” keluh Pito. “Belajar sendiri dong !” sahut Niken ketus. Pito kecewa. Ia menggaruk rambut keritingnya, Niken anak pintar dan jenius. Pak Habibie, Pak Yohanes Surya dan semua orang jenius di dunia adalah idolanya. Sayang Niken tak suka berbagi ilmu. Contohnya tadi pagi di kelas, ia tak mau mengajari Pito, teman sekelasnya matematika. Selain itu jangan coba-coba mengganggu Niken saat belajar. Niken bisa marah besar. JANGAN BERISIK, SEDANG BELAJAR ! Tulisan  itu menggantung di pintu kamarnya.

Negeri Tanpa Mengantre

Image
  Gambar : Majalah Bobo N inoy seorang pemuda pengelana.  Ia telah menjelajahi banyak negeri. Ia sangat menyukai semua kegiatan di negeri yang dikunjunginya, kecuali satu hal, yaitu mengantre. Ninoy paling tidak suka jika harus mengantre. Ia tidak sabaran. Selalu bersungut-sungut dan  mengomel  sepanjang antrean.

Terjebak di Kolong

Image
Gambar : Majalah Bobo Rere dan Lia  senang main petak umpet. Saat bermain mereka tak mau diganggu. Termasuk oleh ibu. Besok ibu repot sekali. Ada pesanan kue. Ibu pandai bikin kue. Banyak tetangga yang memesan. Rere dan Lia senang sekali sebab ibu akan membuat kue pelangi dan kue lumpia.

High Heels Mama

Image
  Gambar : Majalah Bobo Mama Sisy cantik dan suka bersolek.Penampilannya mirip artis di TV. Koleksi bajunya banyak. Koleksi tas dan sepatunya juga.Semua mahal. Mama Sisy selalu tampil oke. Baju, sepatu dan tas yang dipakai selalu oke. Mama Sisy suka memakai high heels atau sepatu hak tinggi. Koleksi high heelsnya banyak. Semua warna, Mama Sisy punya. Warna hijau saja ada beberapa macam. Hijau ala daun pisang, ala apel Malang, bahkan ala lampu lalu lintas. Sisy suka melihatnya. Tapi itu dulu, sekarang menurut Sisy koleksi high heels Mama sudah kebanyakan. Sore ini Sisy mengajak Rani belajar bersama di rumahnya. Rani sederhana tapi pintar luar biasa. Sisy dan Rani belajar di ruang tamu. Popo kucing kesayangan Sisy meringkuk malas di lantai. Saat Rani dan Sisy asyik belajar, Mama pulang. Klik juga :  Misteri Dasi “Halo Si, Hai Rani!” Mama menyapa riang. Rani tersenyum malu-malu. Di tangan Mama bergelantungan kantong belanjaan. Rupanya Mama baru pulang dari mal. Sendirian ka...

Daftar Belanja yang Aneh

Image
  Gambar : Majalah Bobo Keluarga Sarimbi sangat sederhana. Itulah sebabnya ia harus bekerja untuk membantu orang tuanya. Sarimbi sangat senang diterima bekerja di rumah Tuan Siong. Apalagi tugasnya ternyata cuma satu, yaitu berbelanja.Ia tak perlu menyapu , mengepel atau menyiram tanaman.

Mobil Terbang Daffa

Image
                                                                      Daffa tinggal di  kota Trex. Trex adalah   sebuah kota yang hebat. Mobil-mobil di sana bisa terbang. K ota Trex mempunyai   polisi udara. Polisi udara K ota Trex mengeluarkan peraturan, mobil terbang tidak boleh mengotori bumi dan langit. Jika mobil terbang melanggarnya, maka mobil itu tidak boleh terbang lagi.

Tina dan Mall Baru

Image
  Gambar : Majalah Bobo Di ujung jalan depan Kampung Tina sedang dibangun sebuah Mall. Tina sangat senang. Sejak dulu ia ingin ada pusat perbelanjaan modern di dekat rumahnya. Selama ini ia berbelanja di pasar Bakti. Mesti tak terlalu besar, sebetulnya pasar itu lumayan lengkap.  Harganyapun murah.  Siang ini, Tina dan teman-temannya melihat-lihat pembangunan mall. Mereka berharap pembangunan mall itu cepat selesai. Mereka sudah bosan berbelanja di Pasar Bakti yang menurut mereka tidak keren.

Bos Udin !

Image
Gambar : Majalah Bobo Setiap hari tas Udin selalu gendut. Bukan karema membawa banyak buku, tetapi karena Udin membawa benda-benda seperti permen, wafer, biskuit, snak keju, snak kentang, bahkan kelereng, dan stiker.

Robot Profesor Suma

Image
Gambar : Majalah Bobo                                         Profesor Suma seorang ahli elektronika dan komputer.  Ia sangat pandai membuat pelaratan yang menggunakan teknologi komputer. Profesor Suma tinggal di Luxon, sebuah kota yang sangat sibuk.   Sehari-harinya Profesor Suma sangat sibuk sehingga tak punya waktu untuk beres-beres rumah. Rumah Profesor Suma sangat berantakan. Setiap hari ia cuma makan mi instan atau membeli roti isi. Bajunya bau dan kusut karena jarang diganti.

Si Tukang Olok-Olok

Image
Gambar : Majalah Bobo                                            Tak diberi contekan oleh Tevi, seharusnya Lina tak marah. Tak masuk kelompok belajar Popy, mestinya Lina juga tak protes.Jani jadi heran, karena Lina sekarang jadi suka mengolok-olok. Lina berubah.  Dulu, Lina anak baik. Meski tak pandai, ia disukai anak-anak. Tevi tak memberi contekan, karena Tevi tak ingin menjerumuskan Lina. Popy tak memasukkan Lina dalam kelompoknya karena sudah penuh. 

Kebun Atap Pak Mon

Image
  Sudah satu bulan  Pak Mon naik turun ke atap rumahnya. Pak Mon  sedang membuat kebun atap. Pak Mon tinggal di  apartemen kecil. Di lantai empat, yaitu lantai yang tertinggi. Pak Mon memanfaatkan atap apartemennya untuk bertanam sayur sebab tak ada tempat untuk menanam di apartemennya.  Namun banyak yang tidak suka dengan hal  ini. Yaitu Bu Mio tetangga lantai satu, Bang Oji tetangga lantai dua, dan Kakek Palopo tetangga lantai tiga. Mereka yang tinggal di bawah apartemen Pak Mon mendapat akibat buruk.

Kulihat Dari Jendela

Image
Gambar : Majalah Aku Anak Saleh Ssst...teman, kuceritakan satu kebiasaan burukku yah ! Aku tuh kalau lagi marah dan ngambek, paling suka mengunci diri di kamar sampai lama banget. Biar tambah seru, sebelumnya kubanting dulu pintunya keras-keras. Simak bunyinya. Brakk....trrrrrerrt...treerrrrt. Yang terakhir itu suara dinding    kamarku yang ikut merinding gemetar. Setelah itu aku akan mogok bicara,mogok makan, dan mogok gok lainnya.   Nah kalau acara ngambekku sudah berakhir, tibalah saat yang menyenangkan. Ibu akan menuruti semua keinginanku dan memberiku makanan yang enak-enak. He he asyik kan? Makanya jangan buat Ziti Zubaidah marah. Kalau marah sang putri akan bersembunyi di istana kecilnya yang nyaman.

Detektif Banjir

  Perumahan Istana Griya tidak terlalu luas. Penghuninya beberapa puluh keluarga saja.  Sudah cukup lama Randy  tinggal  di perumahan itu bersama kakeknya. Orang tua Randy bekerja di luar  kota . Randy  mengenal para tetangga dengan baik. Tak cuma kenal Randy bahkan hapal makanan favorit mereka. Tante Weka suka sekali bubur ayam. Setiap minggu pagi membeli bubur ayam di kedai  BURYAM MOYY. Chika, anak om Aril suka snak kentang KRIUKK YUMMY. Ia tak mau snak merek lainnya.  Okta, teman Rendy, penggemar ayam goreng restoran HOT CHIKEN.

Pak Titus Pelit

Sebagai anggota tim redaksi majalah sekolah, Alen selalu gatal mencari berita. Bila bepergian kemana saja, ia selalu membawa smartphone. Untuk memotret dan mencatata kejadian penting.  Pagi ini Alen sangat bersemangat. Ibunya mengajak berkunjung ke kampung Sawah selama tiga hari. Kampung Sawah tempat yang istimewa bagi Alen. Mereka pernah tinggal di sana sebelum akhirnya pindah ke kota dua tahun yang lalu. 

Bukit Corona

Pandemi Covid -19 belum berakhir, anak-anak tetap belajar dari rumah.  Belajar dengan sistem daring atau online.  Bagi sebagian anak belajar daring bukan masalah, namun bagi Olan ini adalah sebuah masalah besar sebab emak,    tidak punya smartphone atau ponsel pintar.  Emak berdagang bumbu dapur di pasar. Emak menjual kunyit, lengkuas,jahe, serai dan bumbu lainnya Pendapatannya tidak menentu. Bapak Olan sudah lama meninggal.

Tas Bolong Ica

Di pojok sebuah toko kecil, tas itu digantung. Hampir tak kelihatan karena terhimpit tas-tas sebelahnya yang lebih besar yang penuh hiasan dan pernak-pernik. Kalau tak membolak-balik deretas tas yang dipajang dengan sabar, Ica tak akan  menemukan tas itu. Ica langsung menentukan pilihannya  saat melihat sebuah tas kain polos berwarna merah. Selain suka warnanya, harga tas itu juga tidak mahal. Mungkin karena bentuknya yang sederhana serta  tak punya pernak-pernik.

Stiker Penyelamat

Image
N enek  Usi kena flu berat, padahal beliau memiliki mini market yang harus tetap buka setiap hari. Nenek  Usi bermaksud menutup mini marketnya, namun.. “Biarkan kami yang menjaga selama nenek sakit,” ujar Riko, Ima dan Yudi cucu nenek Usi .  Nenek  Usi tersenyum, ia sangat percaya pada  ketiga cucunya itu. “Tapi aku minta hadiah Nek,” ujar Ima.

Melepas Topeng Frengky

Image
  Vito sedang memberi susu  kucingnya, saat Aldi mengajaknya pergi.  Kata Aldi ada tontonan   di lapangan Kampung.         “Cepetan To, nanti bubar !” Aldi menarik lengan Vito. Lapangan kampung kian dekat. Terdengarlah  sorak dan  gendang   berirama cepat. Mereka tiba di kerumunan dan langsung ikut menonton. Topeng monyet! Hati Vito berdebar.

Bebek-Bebek Dekil

Image
“Kwek-kwek kwek kwek !” puluhan bebek bulu coklat keluar dari kandang peternakan Pak Beni. Wajah mereka cerah, secerah pagi ini. Tiga ekor bebek tampak beda. Bulu mereka putih dan wajah mereka cemberut. Tiga bebek putih itu bernama Kwi, Kwa dan Kwo.  Mereka  penghuni baru  di kandang peternakan Pak Beni. 

Ayahku Hebat

T ema cerita besok adalah Ayahku Hebat!” Bu Safa memberi tugas bercerita di depan kelas. Wow, tema yang keren ! Rido sangat  bersemangat. Rido sayang ayah. Rido selalu bangga saat bercerita tentang kebaikan ayahnya kepada siapa saja.  “Ayahku baik hati dan suka menolong. Senyumnya lebar sekali selebar topi yang dipakainya setiap hari. Ayahku selalu bekerja dengan gembira. Tak kenal lelah dan putus asa. Di rumah aku, ibu dan adikku selalu berdoa untuk beliau.”  Kalimat itu dibuat Rido dengan cepat semalam. Dan pagi ini ia sudah menghapalnya dengan sempurna. Saatnya  pun tiba. 

Lima Menit Yang Lalu

  Reta punya kebiasaan buruk. Ia selalu menunda mengerjakan tugas-tugasnya. PR seminggu lalu, dikerjakannya saat esok harinya PR itu harus dikumpulkan. Belajar untuk ulanganpun selalu mendadak. Untung saja Reta cukup pintar. Ia bisa mengerjakan PR dan belajar dengan baik meski dalam waktu singkat. Tapi justru itulah masalahnya. Reta jadi meremehkan tugas-tugasnya, sebab ia yakin bisa menyelesaikannya dengan baik. .

Kebanjiran Ide

  B u Aci guru Bahasa Indonesia memberi tugas mengarang cerita. Waktunya seminggu. Tema karangan bebas. Tio pusing. Ia merasa tak bisa  mengarang.  Waktu satu minggu hampir lewat. Pikiran Tio  buntu. “Aku  tak punya ide,” teriak Tio.

Piringmu Tanggung Jawabmu !

P REK ! Nina meletakkan piring bekas makan siangnya di bak cuci piring. Setelah itu cepat kembali ke depan televisi. Tapi….  “Nina !” Ibu menghampiri Nina.  “Ya Bu.”   “Mulai hari ini ada  peraturan baru di rumah kita!” ujar ibu. “Piringmu tanggung jawabmu.      Artinya, cuci  piringmu sendiri setelah makan.”  “Yach ibu??” Nina protes.

Siapa Pencuri Kue Mama ?

Image
  Gambar : Majalah Bobo Mama Ina pemilik toko kue yang dermawan. Pada setiap pengunjung anak-anak di toko kuenya, mama Ina selalu menghadiahi  mereka cupcake coklat. Cupcake itu enak sekali. Toppingnya adalah selai stroberi dan  permen jely warna-warni.  Minggu yang cerah. Ina membantu mama di toko kuenya. Di toko hanya ada  Kak Dewi asisten mama. Mama sibuk di dapur menyelesaikan pesanan.  Jam 9 pagi  toko dibuka.   “Selamat datang,” sapa Ina pada seorang remaja putri pengunjung pertama hari ini. Pembeli mulai banyak.  Ina segera  membantu Kak Dewi.  Toko sepi saat mama keluar dari dapur  membawa sebuah  tart  atau kue ulang tahun sekaligus menjinjing tas. Tampak mama terburu-buru akan pergi.   “Namanya Bluerose, pemesannya mungkin akan datang nanti sore,”teriak mama sambil menaruh  tart  itu di  etalase lalu  menuju pintu keluar. Bl...