Posts

Cerpen Anak sayang Tanaman

Pahlawan Sebatang Pohon Pohon jambu di pinggir lapangan ramai. Lima anak bertengger di dahan-dahannya. Ape duduk di dahan paling rendah. Ia duduk sambil makan jambu. Liang, Umay,Pono, Abu naik di dahan yang lebih tinggi.Abu menikmati langit. Ia suka langit biru dan awan. Langit terlihat sangat dekat di atas pohon ini. Bagi lima bocah itu pohon jambu itu adalah markas. Tiba-tiba tiga lelaki datang. Mereka menengok ke atas.

Cerpen anak sayang binatang

Penyelamat Kucing Ada banyak kucing liar di komplek perumahan Nino.Satu di antaranya setiap hari datang ke rumah Nino lalu tidur di keset depan pintu rumah Nino. Kucing itu berwarna putih. Maka Nino pun memanggilnya Putih. Pasti Putih suka tidur di keset karena empuk dan hangat. Krek krek krek, bunyi kuku Putih saat menggaruk-garuk keset. Mama tak suka dengan kelakuan Putih, apalagi ketika suatu hari Putih tidur di keset rumah dengan badan basah dan kotor.

Cerita Detektif : Bukan Halaman Depan

Image
Gambar Majalah Bobo   Gadis termalang Di dunia! seperti itulah Kiko menyebut dirinya. kecelakaan mobil setahun lalu membuat matanya buta. sejak mengalami kebutaan, Kiko berubah. Kiko jadi pendiam, tak mau bergaul dengan teman-temannya, bahkan menolak bersekolah di sekolah khusus. Papa, dan Mama Kiko terus berusaha mengembalikan semangat Kiko.

Jenius Turun dari Loteng

Image
  Gambar Majalah Bobo   “Jadi kamu nggak mau bantu,” keluh Pito. “Belajar sendiri dong !” sahut Niken ketus. Pito kecewa. Ia menggaruk rambut keritingnya, Niken anak pintar dan jenius. Pak Habibie, Pak Yohanes Surya dan semua orang jenius di dunia adalah idolanya. Sayang Niken tak suka berbagi ilmu. Contohnya tadi pagi di kelas, ia tak mau mengajari Pito, teman sekelasnya matematika. Selain itu jangan coba-coba mengganggu Niken saat belajar. Niken bisa marah besar. JANGAN BERISIK, SEDANG BELAJAR ! Tulisan  itu menggantung di pintu kamarnya.

Negeri Tanpa Mengantre

Image
  Gambar : Majalah Bobo N inoy seorang pemuda pengelana.  Ia telah menjelajahi banyak negeri. Ia sangat menyukai semua kegiatan di negeri yang dikunjunginya, kecuali satu hal, yaitu mengantre. Ninoy paling tidak suka jika harus mengantre. Ia tidak sabaran. Selalu bersungut-sungut dan  mengomel  sepanjang antrean.

Terjebak di Kolong

Image
Gambar : Majalah Bobo Rere dan Lia  senang main petak umpet. Saat bermain mereka tak mau diganggu. Termasuk oleh ibu. Besok ibu repot sekali. Ada pesanan kue. Ibu pandai bikin kue. Banyak tetangga yang memesan. Rere dan Lia senang sekali sebab ibu akan membuat kue pelangi dan kue lumpia.

High Heels Mama

Image
  Gambar : Majalah Bobo Mama Sisy cantik dan suka bersolek.Penampilannya mirip artis di TV. Koleksi bajunya banyak. Koleksi tas dan sepatunya juga.Semua mahal. Mama Sisy selalu tampil oke. Baju, sepatu dan tas yang dipakai selalu oke. Mama Sisy suka memakai high heels atau sepatu hak tinggi. Koleksi high heelsnya banyak. Semua warna, Mama Sisy punya. Warna hijau saja ada beberapa macam. Hijau ala daun pisang, ala apel Malang, bahkan ala lampu lalu lintas. Sisy suka melihatnya. Tapi itu dulu, sekarang menurut Sisy koleksi high heels Mama sudah kebanyakan. Sore ini Sisy mengajak Rani belajar bersama di rumahnya. Rani sederhana tapi pintar luar biasa. Sisy dan Rani belajar di ruang tamu. Popo kucing kesayangan Sisy meringkuk malas di lantai. Saat Rani dan Sisy asyik belajar, Mama pulang. Klik juga :  Misteri Dasi “Halo Si, Hai Rani!” Mama menyapa riang. Rani tersenyum malu-malu. Di tangan Mama bergelantungan kantong belanjaan. Rupanya Mama baru pulang dari mal. Sendirian ka...