Cerita Detektif : Bukan Halaman Depan
![]() |
| Gambar Majalah Bobo |
Gadis termalang Di dunia! seperti
itulah Kiko menyebut dirinya. kecelakaan mobil setahun lalu
membuat matanya buta. sejak mengalami kebutaan, Kiko berubah. Kiko jadi pendiam, tak mau bergaul dengan teman-temannya, bahkan menolak bersekolah di sekolah khusus. Papa, dan Mama Kiko terus berusaha mengembalikan semangat Kiko.
Selain Papa, Mama, dan guru
khusus yang didatangkan di rumah, Kiko kini hanya berteman Ibu Lis. Ibu Lis
pengasuh Kiko. Orangnya sabar dan sayang pada Kiko.Ibu Lis tahu persis
kesusakaan Kiko. Sebaliknya pula Kiko tahu persis apa yang disukai dan tidak
disukai Ibu Lis.
Cerita seru lainnya : Jenius Turun dari loteng
Hari ini, subuh-subuh sekali,
orang tua Kiko pergi keluar kota untuk urusan pekerjaan. Kiko bangun sebentar
untuk berpamitan dengan mereka. Papa dan Mama berjanji akan sering menelpon
Kiko dan Ibu Lis akan menjaganya.
Setelah Papa dan Mama berangkat,
Kiko kembali tidur. Pukul 7 Kiko bangun
dengan perasaan bingung. Tak ada segelas air putih di atas meja kamarnya.
Padahal menyediakan segelas air putih di pagi hari . Ibu Lis tidak pernah lupa.
Kiko mencari ibu lis dan ternyata ibu Lis terkena flu. Suaranya berubah.
![]() |
| Gambar Majalah Bobo |
Ibu Lis juga jadi suka marah-marah. Kiko jadi iba. Pasti Ibu Lis kecapekan karena mengurusnya seorang diri. Akhir-akhir ini Papa dan Mama Kiko sibuk sekali. Perusahaan sari buah milik mereka maju pesat. Minuman itu sangat laris. Resep dan komposisi minuman diincar oleh perusahaan saingan mereka.
Hari ini Kiko tak ingin
merepotkan Ibu Lis. Ia hanya minta roti selai dan susu pada Ibu Lis.
“Roti dan susu sudah siap, sekarang
ada di meja depanmu,”ujar Ibu Lis sambil terbatuk-batuk, suaranya terdengar
makin aneh. Kiko hendak memakan rotinya, ia hendak mengulurkan tangan mencari
posisi botol selai. Kiko bingung ia tidak menemukan botol itu di atas meja. Kiko
meraba meja tetapi plukk ! Tangan Kiko
menyenggol gelas susu.
Cerita seru lainnya : Kulihat dari Jendela
“Maaf,” pekik Kiko. Ia
menumpahkan segelas susu.
“Seharusnya kau hati-hati,”
dengus Ibu Lis. Ia terdengar kesal
sekali.
“Aku mencari botol selai , Bu,”
Kiko tak enak hati.
“Tak ada botol selai di meja.
Selainya sudah dioleskan di roti,” Ibu Lis mendengus lagi.
Sementara itu Kiko heran pada
dirinya sendiri. Sudah lama ia tak menumpahkan
susu. Selain karena selalu meraba meja dengan hati-hati, juga karena ibu
Lis selalu meletakkan gelas, susu, piring roti dan botol selai pada posisi yang
tetap dari kiri ke kanan. Kata Ibu Lis agar Kiko mudah mengambil botol selai,
mengoles roti lalu minum susu.
“Selesai makan, cepat mandi, Ibu
sudah menyediakan air hangat.”
“A-air hangat ?” Kiko terkejut.
“Ya, kau bisa mandi sendiri. kan
? Ibu mau ke pasar belanja kebutuhan dapur. Kamu ibu tinggal sebentar.” Tanpa
menunggu jawaban, Bu Lis pergi.
![]() |
| Gambar Majalah Bobo |
Kiko heran. Ia merasa Ibu Lis
agak berubah. Sejak kapan ia mandi air hangat ? Sejak kapan Ibu Lis tega
meninggalkannya sendirian. Sejak kapan Mama
pergi tanpa mengisi kulkas dengan bahan makanan ?
Tiba-tiba terdengar suara aneh
dari ruangan papa. Kiko mendekat dan berdiri di balik pintu yang tertutup. Kiko
tersentak. Ada orang berbicara. Sesekali terdengar dengus Ibu Lis.
“Jadi Ibu Lis tidak ke pasar.
Mengapa dia bohong ? Siapa pula orang yang bersamanya?”
Kiko penasaran. Ia beranjak ke
kulkas. Membuka dan meraba isinya. Seketika jantungnya berdebar. Ternyata
kulkas penuh berisi bahan makanan.
“Jangan-jangan dia bukan Ibu
Lis!” Kiko Panik. Meski panik Kiko berusaha
tenang. Pertama-tama ia ingin meyakinkan bahwa perempuan itu bukanlah Ibu Lis.
Kiko memutar otak. Ah, ada ide.
Pertama Kiko menawari Ibu Lis es
krim coklat. Ibu Lis menerima tawaran itu dengan senang. Kedua, Kiko meminta Ibu Lis mengambilkan baju
kesukaannya. Tak lama kemudian, Ibu Lis menyodorkan sebuah baju. Kiko merabanya
dan menemukan ada renda di baju itu. Jantung Kiko makin berdebar cepat, ia
mencari akal lagi.
Suara anak-anak sedang bermain di
depan rumahnya memberinya ide. Ia akan
meminta Ibu Lis mengantarnya ke halaman depan. Jika benar ia Ibu Lis tentu tak
keberatan. Tapi jika dia Ibu Lis palsu pasti akan menolak, sebab takut
keberadaannya di ketahui orang lain.
“Tidak boleh !” bentak Ibu Lis.
“Tapi baiklah,” Ibu Lis menarik tangan Kiko dengan kasar.
“Ini teras halaman depan. Duduk
di sini dan jangan minta macam-macam lagi!”
Kiko merasa ada yang aneh dengan
halaman depan rumahnya. Suasananya sunyi tak terdengar lagi suara anak bermain.
“Ast
![]() |
| Gambar Majalah Bobo |
“Benar, dia Ibu Lis palsu!” pekik Kiko. Kiko berusaha berjalan menuju halaman depan rumahnya untuk minta bantuan. Beruntung Ibu Lis palsu berada di ruang kerja Papa dan pintu depan tidak dikunci. Kiko menceritakan apa yang terjadi pada anak-anak di depan rumahnya.
Tak lama kemudian terdengar
sirine mobil polisi meraung-raung. Dua penjahat yang masuk ke rumah Kiko
berhasil di tangkap. Salah satunya berpura-pura sebagai Ibu Lis, satunya lagi
mengotak-atik komputer Papa Kiko untuk mencuri resep rahasia perusahaan.
Rupanya mereka masuk sesaat setelah Papa, Mama Kiko pergi. Ibu Lis asli disekap
dalam kamar dan polisi segera membebaskannya. Setelah bebas Ibu Lis langsung
memeluk Kiko.
Cerita seru lainnya : Detektif Banjir
Papa dan Mama Kiko pulang
secepatnya. Mereka lega Kiko dan Ibu Lis asli selamat.
“Kiko bagaimana kau tahu dia
bukan Ibu Lis yang asli?” Mama bertanya dengan rasa kagum campur heran.
“Karena kebiasaan Ibu Lis.” Kiko
lalu mengatakan Ibu Lis tak pernah lupa meletakkan botol selai di mejanya juga
segelas air putih di pagi hari. Ibu Lis tak suka es krim coklat dan tahu betul
kalau Kiko benci baju berenda dan mandi air hangat.
“Tetapi yang paling meyakinkan
adalah Ibu Lis palsu membawa Kiko ke halaman belakang, bukan halaman depan,”
cerita Kiko.
“Hebat sekali Kiko. Berkat kau
resep rahasia perusahaan selamat,”puji Papa.
Kiko tersenyum bahagia. Baru kali ini ia merasa begitu berarti. Meski buta ia berhasil menangkap penjahat yang masuk ke dalam rumahnya. Sejak kejadian itu Kiko kembali menjadi anak yang periang. Ia tak lagi mengurung diri di rumah. Ia kembali bermain bersama teman-temannya. nita bezari
Diterbitkan di Buku Kumpulan Cerita (detektif) Bobo no. 72
Behind The Story (BTS) :
Pernahkah kamu menemukan sebuah
kasus dan kamu berhasil memecahkannya. Bukan kasus yang besar sih, namun
kasus-kasus kecil di sekitarmu. Kalau iya ...selamat kamu sudah jadi detektif
cilik.
Kecerdikan bisa mengatasi masalah
serumit apapun. Tak perlu punya otak yang cerdas untuk bisa menjadi anak yang
cerdik. Kita hanya perlu awas dan teliti.
Seperti Kiko ia menemukan titik
terang karena ia hapal dengan kebiasaan Ibu Lis, orang yang menjaganya selama
ini. Ibu Lis kok tiba-tiba berubah? Ada yang aneh. Inilah latar belakang cerita
ini. Ternyata semua anak bisa jadi detektif.
Ingin jadi detektif ? Banyaklah
membaca buku cerita detektif dan asahlah ketajaman mata dan pikir, dan
telingamu.




Comments
Post a Comment