Cerpen Anak sayang Tanaman

Pahlawan Sebatang Pohon


Pohon jambu di pinggir lapangan ramai. Lima anak bertengger di dahan-dahannya. Ape duduk di dahan paling rendah. Ia duduk sambil makan jambu. Liang, Umay,Pono, Abu naik di dahan yang lebih tinggi.Abu menikmati langit. Ia suka langit biru dan awan. Langit terlihat sangat dekat di atas pohon ini. Bagi lima bocah itu pohon jambu itu adalah markas.

Tiba-tiba tiga lelaki datang. Mereka menengok ke atas.

“Ayo turun!' Mereka menghardik. Anak-anak  turun sambil kebingungan. Ketiga lelaki itu membawa  poster besar. Poster bergambar wajah orang yang tampak berwibawa. Anak-anak segera tahu bahwa itu adalah poster Pemilu.

Tok tok tok tok tok. Tiga lelaki itu memasang poster di batang pohon. Paku-paku menancap di batang.

Auch, pekik Liang, saat sebuah paku besar menancap. Sakit, jika pohon bisa ngomong, pasti akan menjerit kesakitan.

“Pak kasian pohonnya. Banyak sekali pakunya,”keluh Umay. Tiga lelaki tidak mendengar. Bres! Mereka juga memotong dahan yang menghalangi pekerjaan mereka.

Anak-anak tak berdaya. Pohon itu kini berselimut poster super besar. Markas untuk sementara tak bisa dipakai.

Pemilu usai. Tapi poster itu masih menyelimuti pohon. Tidak ada yang mengambil. Tak ada yang bertanggung jawab membersihkannya.

Lima bocah sesak melihat pemandangan pohon jambu markas mereka. Kasihan betul. Badannya penuh paku dan berselimut poster kumal

Ayo !

Liang mengomando teman-temannya. Dengan alat pencabut paku mereka membebaskan pohon dari paku-paku tajam. Anak-anak berjuang sekuat tenaga. Tekad mereka menghasilkan tenaga super.

Alhamdulillah, seru mereka saat poster sdh diturunkan. Pohon jambu itu sudah menampakkan kembali daun dan batangnya yang kokoh.

Lima bocah tersenyum. Markas mereka telah kembali.

Angin bertiup. Ranting dan daun bergoyang. Hm mungkin saja pohon itu sedang bilang terima kasih.

by nita bezari

Comments

Popular posts from this blog

Melepas Topeng Frengky