Jenius Turun dari Loteng

 

https://albumceritaanak.blogspot.com/2020/12/jenius-turun-dari-loteng.html
Gambar Majalah Bobo

 

“Jadi kamu nggak mau bantu,” keluh Pito.

“Belajar sendiri dong !” sahut Niken ketus. Pito kecewa. Ia menggaruk rambut keritingnya,

Niken anak pintar dan jenius. Pak Habibie, Pak Yohanes Surya dan semua orang jenius di dunia adalah idolanya. Sayang Niken tak suka berbagi ilmu. Contohnya tadi pagi di kelas, ia tak mau mengajari Pito, teman sekelasnya matematika. Selain itu jangan coba-coba mengganggu Niken saat belajar. Niken bisa marah besar. JANGAN BERISIK, SEDANG BELAJAR ! Tulisan  itu menggantung di pintu kamarnya.

Sore ini, ada berita mengejutkan. Untuk sementara  Niken akan tinggal di rumah tantenya.  Besok papa mamanya harus bertugas di Papua selama sebulan.

Esoknya sepulang sekolah Niken tiba di rumah Tante Dias. Tante Dias gembira sekali. Ia mengantar Niken ke kamar atas. Niken yang capek langsung tidur.


Baca juga yuk : Mobil Terbang Daffa


Sorenya Niken bangun. Ia turun untuk mandi. Ketika naik lagi ke loteng Niken heran, kamar yang tadinya sunyi, tiba-tiba berisik. Niken membuka jendela.

“MI AYAM!”

“IKAN SEGAR, SAYUUURRR...!”

DHOK, TING, SRENGGG...

Tepat di bawah jendela gerobak berjajar lapak berderet-deret puluhan orang lalu lalang menenteng tas belanjaan.

“Pasaar?!” Pekik Niken terkejut “Duh berisik ! Mana bisa aku belajar,” omelnya.

“Ada apa Niken ?”Tante Dias cepat-cepat naik.

“Tante kok tidak bilang kalau rumah Tante dekat pasar.

“Lo Niken belum tahu ?” Sudah lama sih kamu tidak kemari. Pasar itu ada sejak empat bulan lalu. Buka setiap jam 5 pagi dan 4 sore,” jelas Tante Dias.

Uh, Niken kesal sekali. Ia mondar-mandir saja di kamar karena tak bisa belajar. Tiba-tiba Niken mendengar suara lantang.

“AYO BELI SEMANGKA MENGANDUNG KARBOHIDRAT DAN PROTEIN YANG SANGAT TINGGI.”

“Hah ?!” Niken melongo. “Siapa yang berteriak itu ? Masa, semangka dan melon mengandung karboHidrat dan protein yang sangat tinggi ? Uh Kacau !”

Niken penasaran, melongok keluar jendela, Matanya mencari orang yang berjualan semangka dan melon. Tetapi ia tidak menemukannya.

Keesokan harinyam Niken makin kesal. Pasar itu makin berisik. Seperti kemarin sore, ia cuma mondar-mandir di kamar.”


Gambar Majalah Bobo

“AYO BELI SEMANGKA MELON MENGANDUNG KARBOHIDRAT DAN PROTEIN TIINGGI. EMPAT KALI EMPAT DELAPAN BELAS, SEMPAT TIDAK SEMPAT BELILAH NANAS!”

“Hah?!” Niken melotot. Kacauuu! Tidak boleh dibiarkan.

“Tantee !” Niken turun sambil berteriak.

Tante Dias sedang  menyapu. Niken lalu menceritakan apa yang didengarnya. Seseorang sedang menyebarkan informasi kacau. Sebagai anak jenius. ia tak suka ada orang yang berteriak ngaco.

“Yang salah tak boleh dibiarkan, Tan. Bahaya!” kata Niken tegas.

“Bahaya ?”

“Yang tidak tahu bisa meniru dan ikut-ikutan, gawat, kan ?”

“Lalu apa yang akan kau lakukan ?” tanya Tante Dias.

“Tolong, antar Niken pada penjual buah itu.”


Baca juga yuk : Tina dan Mall Baru


Tante Dias yang tahu persis  sifat Niken tersenyum. Ia lalu mengantarkan Niken ke pasar di samping rumahnya. Niken tak sabar bertemu penjual buah-buahan yang ngaco itu.

Sampai di pasar, Tante Dias menunjuk seorang anak laki-laki berambut keriting yang duduk menghadap semangka, melon, nanas, dan buah lainnya.

“Pi..Pito !” Niken terkejut melihat teman sekelasnya itu.

Pito menoleh. “Hai Ken!” sapanya malu-malu.

“Huh , Pito ! Kamu menyebarkan informasi yang keliru. Zat gizi utama dalam melon dan semangka adalah vitamin dan mineral. Bukan karbohidrat dan protein. Dalam semangka dan melon ada provitamin A dan vitamin C. Mineralnya potasium, kalium, fosfor,” ujar Niken jengkel.

“Oh, gitu ya ?” Pito malu.

“Ada lagi, empat kali empat itu enam belas, bukan delapan delas, tauuu !”

“Maaf aku tidak bisa matematika. Makanya ajari aku ya...!”

“Huh, enak saja!”

Niken cemberut. Ia kembali ke rumah Tante Dias. Pito itu ternyata tetangga Tante Dias.

“Ayah Pito sudah meninggal, Ken. Makanya Pito kini sibuk membantu ibunya berjualan, ia tak punya waktu buat belajar. Tak ada pula yang mengajarinya di rumah,” cerita Tante Dias. “ Kalau Niken membantu Pito hebat lo! Mengamalkan ilmu perbuatan yang mulia.”

Niken tetap cemberut dan kembali ke loteng. Tiba-tiba Pito berteriak lagi di bawah sana.

“DUA BELAS TAMBAH DUA BELAS SAMA DENGAN DUA PULUH DUA. BIAR PUAS AYO BELI PEPAYA.”

 “Pitooo  ngaco lagi! Dua belas tambah dua belas itu  ya dua puluh empat.” Niken gemas ia cepat turun dari loteng. 

Baiklah,  ia putuskan untuk membantu Pito belajar. Supaya ia tidak ngaco lagi. nita bezari



Dimuat di Majalah Bobo edisi 20 tahun XL, Kamis 23 Agustus 2012



Behind The Story (BTS) :

Apakah kau keberatan jika temanmu lebih pandai dari kamu. Apakah kamu termasuk anak yang tidak suka berbagi ilmu dengan teman. Takut tersaingi, khawatir teman kita menjadi lebih pandai dari kita jika kita membagikan tips berhitung cepat misalnya.

Pada kenyataannya banyak juga lo diantara kita yang pelit berbagi ilmu. Nah dari sini lah ide cerpen ini muncul.

Berbagi limu adalah hal yang sangat mulia, tapi bukan berbagi ilmu saat ulangan loh...
 

Comments

Popular posts from this blog

Melepas Topeng Frengky