Mobil Terbang Daffa
Daffa tinggal di kota Trex. Trex adalah sebuah kota yang hebat. Mobil-mobil di sana bisa terbang. Kota Trex mempunyai polisi udara. Polisi udara Kota Trex mengeluarkan peraturan, mobil terbang tidak boleh mengotori bumi dan langit. Jika mobil terbang melanggarnya, maka mobil itu tidak boleh terbang lagi.
Hari ini sebuah toko mainan di kota Trex menjual mobil terbang untuk anak-anak. Mobil terbang ini berukuran kecil dan hanya bisa terbang setinggi atap rumah. Mobil terbang ini dikemudikan oleh robot.
“Ayah belikan aku mobil terbang,” rajuk Daffa.
“Tidak, harganya mahal,” jawab ayah.“Tapi aku punya tabungan,’kata Daffa. Daffa memang rajin menabung. Uang tabungannya banyak. Daffa terus mendesak. Akhirnya ayah memenuhi permintaan Daffa.
“Baiklah, tapi dengan syarat.”
“Apa itu ?”
“Lakukan satu kebaikan setiap hari bersama mobil terbangmu.”
“Baik,”sahut Daffa cepat.
Esok harinya sebuah mobil terbang berwarna biru parkir di halaman rumah Daffa. Daffa senang sekali. Ia memberi nama mobilnya Mora atau mobil udara. Daffa melompat ke atas Mora.
“Mora, ayo kita terbang!”
Daffa membaca doa naik kendaraan lalu....Toiit , Daffa menekan tombol komputer. Sayap Mora terbuka. Robot pengemudi siap menerbangkan Mora. Mora naik hingga setinggi atap rumah.
“Hati-hati Daffa, ingat mobil terbang tidak boleh
mengotori bumi dan langit,” teriak ayah mengingatkan
Daffa pada peraturan kota Trex.
SWING, Mora melayang. Daffa senang sekali. Asyiknya naik mobil terbang. Terbang di atas taman, kolam, pohon-pohon kecil, dan orang-orang yang berjalan.. Terbang di antara atap rumah dan pohon-pohon besar. Naik, turun, lurus, berbelok, berputar-putar.
Mora bertemu dengan mobil terbang lainnya. Langit Kota Trex ramai oleh mobil terbang. Hey, Daffa hampir lupa. Satu kebaikan setiap hari !
Ada botol air minum di atap rumah Pak Har tetangga Daffa. Mora terbang ke atap rumah Pak Har. Daffa membuka jendela, mengambil botol itu untuk dibuang ke tong sampah. Esoknya Mora terbang lagi. Satu kebaikan setiap hari! Pak Jaya panen buah mangga. Daffa membantu memetik mangga di puncak pohon.
“Terima kasih Daffa,”teriak Pak Jaya dari bawah pohon.
Klik yuk : Si Tukang Olok-Olok
Esoknya Mora terbang lagi. Satu kebaikan setiap hari! Balon Lely lepas. Tersangkut di dahan pohon. Mora terbang menuju dahan itu. Daffa membuka jendela mengambil balon Lely
“Terima kasih,”kata Lely.
Keesokan harinya....
Mora terbang lambat. Siang ini panas sekali. Daffa belum melakukan satu kebaikan hari ini. Daffa merasa bosan. Tiba-tiba SWING, sebuah mobil terbang mendekat. Di dalam mobil itu ada Viko teman Daffa.
“Daffa ayo lomba. Yang tercepat adalah pemenangnya,” ajak
Viko.
“Oke,” jawab Daffa cepat.
SWING, Mobil Viko dan Daffa beradu cepat. Mereka terbang berkejar-kejaran. Suara mereka bising sekali. Asap hitam keluar. Sebab mobil mereka terbang terlalu cepat. Uh udara di sekelilingnya menjadi hitam. Viko tertawa. Ia menaburkan kertas warna-warni di udara. Kertas beterbangan. Lalu jatuh menjadi sampah di bumi. Tiba-tiba Daffa ingat pesan Ayah.
“Viko berhenti, mobil terbang tidak boleh mengotori bumi dan langit,”teriak Daffa.
Tapi Viko tidak mau berhenti. Tiba-tiba terdengar bunyi sirene. Polisi udara terbang mendekati mobil Viko. Mobil Viko diturunkan. Tidak boleh terbang.
Daffa terbang lagi bersama Mora. Syukurlah ia ingat pesan
Ayah. Jika tidak Mora akan diturunkan. Oh, Daffa belum
melakukan satu kebaikan hari ini. Apa ya?
“Daffa, Daffa.”
Daffa menengok ke bawah. Nenek Ima memanggilnya.
“Daffa tolong bersihkan sarang laba-laba itu,” Nenek Ima
menunjuk sarang laba-laba besar di atap rumahnya.
“Siap, Nek !”
Mora terbang ke atap. Daffa membersihkan sarang laba-laba
itu dengan sapu kecil. Tak lama kemudian .... selesai.
“Terima kasih, Daffa,” ujar Nenek Ima. “
“Sama-sama, “jawab Daffa.
Nenek Ima memberi hadiah sebotol jus jeruk. SWING, Mora
terbang membawa Daffa pulang. Daffa duduk sambil minum
jus jeruk. Besok ia akan terbang lagi dan melakukan satu
kebaikan setiap hari.
Pemenang kedua lomba menulis cerita anak Paud Direktorat Paud th 2018
Behind The Story (BTS) :
Mungkin gak sih, di masa depan, di langit kita bakal bersliweran mobil-mobil terbang. Keramaian terjadi di atas kepala kita. Hem, mungkin saja ketika jalan raya sudah super macet, sehingga manusia mulai melirik langit.
Seandainya hal itu terjadi, aku berharap, mobil terbang yang ada adalah mobil-mobil yang ramah lingkungan. Wow harapan yang tinggi banget.
Cerpen ini kudedikasikan untuk bumi yang sudah demikian compang-camping.
Ide cerpen ini hasil dari imajinasi tingkat tinggi. Setuju gak, silakan share di kolom komentar yah

Comments
Post a Comment