Mobil Terbang Daffa

https://albumceritaanak.blogspot.com/2020/12/mobil-terbang-daffa.html

                                             
                       

Daffa tinggal di  kota Trex. Trex adalah  sebuah kota yang hebat. Mobil-mobil di sana bisa terbang. Kota Trex mempunyai  polisi udara. Polisi udara Kota Trex mengeluarkan peraturan, mobil terbang tidak boleh mengotori bumi dan langit. Jika mobil terbang melanggarnya, maka mobil itu tidak boleh terbang lagi.

Hari ini sebuah toko mainan di kota Trex   menjual mobil terbang untuk anak-anak. Mobil terbang ini berukuran kecil dan hanya bisa terbang setinggi atap rumah. Mobil terbang ini dikemudikan oleh  robot.

“Ayah belikan aku mobil terbang,” rajuk Daffa.

“Tidak, harganya  mahal,” jawab ayah.“Tapi aku punya tabungan,’kata Daffa. Daffa memang rajin menabung. Uang tabungannya banyak. Daffa terus mendesak. Akhirnya ayah memenuhi permintaan Daffa.

“Baiklah, tapi dengan syarat.”

“Apa itu  ?”

“Lakukan satu kebaikan setiap hari bersama mobil terbangmu.”

 “Baik,”sahut Daffa cepat.

Esok harinya sebuah mobil terbang berwarna biru  parkir  di halaman rumah Daffa. Daffa senang sekali. Ia memberi nama mobilnya Mora atau mobil udara.  Daffa melompat ke atas Mora.

“Mora, ayo kita terbang!”

Daffa membaca doa naik kendaraan lalu....Toiit , Daffa menekan tombol komputer.  Sayap Mora terbuka. Robot pengemudi siap menerbangkan Mora. Mora  naik  hingga setinggi atap rumah.

“Hati-hati Daffa, ingat mobil terbang tidak boleh

mengotori bumi dan langit,” teriak ayah mengingatkan 

Daffa pada peraturan kota Trex.


SWING, Mora  melayang. Daffa senang sekali. Asyiknya naik mobil terbang. Terbang di atas  taman, kolam, pohon-pohon kecil, dan orang-orang yang berjalan.. Terbang di antara atap rumah dan pohon-pohon besar. Naik, turun,  lurus, berbelok,  berputar-putar

Mora  bertemu dengan mobil terbang lainnya.  Langit Kota Trex ramai oleh mobil terbang. Hey, Daffa hampir lupa. Satu kebaikan setiap hari !

Ada botol air minum di atap rumah Pak Har tetangga Daffa. Mora terbang ke atap rumah Pak Har. Daffa  membuka jendela, mengambil botol  itu untuk dibuang ke tong sampah. Esoknya Mora terbang lagi. Satu kebaikan setiap hari!  Pak Jaya panen buah mangga.  Daffa membantu memetik mangga di puncak pohon.

“Terima kasih Daffa,”teriak Pak Jaya dari  bawah pohon. 


Klik yuk : Si Tukang Olok-Olok


Esoknya Mora terbang lagi. Satu kebaikan setiap hari! Balon Lely lepas. Tersangkut di dahan pohon. Mora terbang menuju dahan itu.  Daffa membuka jendela mengambil balon Lely

“Terima kasih,”kata Lely.

Keesokan harinya....

Mora terbang lambat. Siang ini panas sekali. Daffa  belum melakukan satu kebaikan  hari ini.  Daffa merasa bosan. Tiba-tiba  SWING, sebuah mobil terbang mendekat. Di dalam mobil itu ada Viko teman Daffa.

“Daffa ayo lomba. Yang tercepat adalah pemenangnya,” ajak 

Viko.

“Oke,” jawab Daffa cepat.

SWING, Mobil Viko dan Daffa beradu cepat. Mereka terbang berkejar-kejaran. Suara  mereka bising sekali. Asap hitam keluar. Sebab mobil mereka terbang terlalu cepat. Uh udara di sekelilingnya   menjadi hitam. Viko tertawa. Ia menaburkan kertas warna-warni di udara. Kertas  beterbangan. Lalu jatuh   menjadi sampah di  bumi. Tiba-tiba Daffa ingat pesan Ayah.

“Viko berhenti, mobil terbang tidak boleh mengotori  bumi dan langit,”teriak Daffa. 

Tapi Viko tidak mau berhenti. Tiba-tiba terdengar bunyi sirene. Polisi udara terbang mendekati mobil Viko. Mobil Viko diturunkan. Tidak boleh terbang.

Daffa  terbang lagi bersama Mora. Syukurlah  ia ingat pesan 

Ayah. Jika tidak Mora akan diturunkan.  Oh,  Daffa belum 

melakukan satu kebaikan hari ini. Apa ya?

“Daffa, Daffa.”

Daffa menengok ke bawah. Nenek Ima memanggilnya.

“Daffa tolong bersihkan sarang laba-laba itu,”  Nenek Ima 

menunjuk sarang laba-laba besar di atap rumahnya.

“Siap, Nek !”

Mora terbang ke atap. Daffa membersihkan sarang laba-laba 

itu dengan sapu kecil. Tak lama kemudian .... selesai.

“Terima kasih, Daffa,” ujar Nenek Ima. “

“Sama-sama, “jawab Daffa. 

Nenek Ima memberi hadiah  sebotol jus jeruk. SWING,  Mora 

terbang  membawa  Daffa pulang. Daffa duduk  sambil minum 

jus jeruk. Besok ia akan  terbang lagi dan melakukan satu 

kebaikan setiap hari.


Pemenang kedua lomba menulis cerita anak Paud Direktorat Paud th 2018


Behind The Story (BTS) :

Mungkin gak sih, di masa depan, di langit kita bakal bersliweran mobil-mobil terbang. Keramaian terjadi di atas kepala kita. Hem, mungkin saja ketika jalan raya sudah super macet, sehingga manusia mulai melirik langit.

Seandainya hal itu terjadi, aku berharap, mobil terbang yang ada adalah mobil-mobil yang ramah lingkungan. Wow harapan yang tinggi banget.

Cerpen ini kudedikasikan untuk bumi yang sudah demikian compang-camping.

Ide cerpen ini hasil dari imajinasi tingkat tinggi. Setuju gak, silakan share di kolom komentar yah

              

                                

 

Comments

Popular posts from this blog

Melepas Topeng Frengky