Si Tukang Olok-Olok
![]() |
| Gambar : Majalah Bobo |
"Seharusnya Lina tak begitu," geram Jani, teringat peristiwa dua hari lalu dan kemarin sore. Dua hari lalu, Jani lewat di depan rumah Lina. Ia terkejut mendengat Lina mengolok-olok Tevi dan Popy sambil berdiri di depan jendela kamarnya yang mengharap ke arah jalan.
Lina berbicara cukup keras sehingga Jani yang lewat bisa mendengar. Lina memegangi buku sambil berseru, " Tevi lapar pulangnya dekil. Popy renang di kolong!" Setelah mengatakannya Lina tertawa terkikik-kikik.Penasaran, Jani kembali lewat di depan rumah Lina. Ia makin terkejut karena kali ini Lina juga mengolok Ami. "Ami setrika lipat," teriak Lina.
"Terlalu, sekarang Lina jadi tukang olok-olok," geram Jani lagi.
Bel istirahat berbunyi. Setelah membeli donat kesukaannya, Jani bermaksud menegur Lina. Jani masih merahasiakan olok-olok Lina itu pada Tevi, Popy, dan Ami. Ia berharap Lina menyadari kekeliruannya.
Klik yuk : Terjebak di Kolong
Jani bergabung dengan Tevi, Popy, dan Ami yang baru dari kantin. Lina juga ada di situ. Seperti biasa Lina tampak ramah dan baik. Ia berbicara akrab dengan Popy
"Hih, di sini pura-pura baik. Di tumah mengolok-olok Popy,"gerutu Jani.Saat rombongan anak memasuki pintu kelas, Jani menarik tangan Lina, menjauh dari pintu kelas.
"Lina kamu kok tega sih mengolok-olok Tevi, Pop , dan Ami ? Mereka kan teman baik kita,"cecar Jani.
"Mengolok-olok ? Tidak kok !" jawab Lina dengan wajah bingung.
"Jangan bohong. Aku mendengar sendiri kemarin. Mulai sekarang jangan ulangi perbuatanmu. Atau akan aku ceritakan pada mereka," tukas Jani tegas. Lina ingin mengatakan sesuatu, namun tanda bel istirahat usai berbunyi.
Jani pulang sekolah agak lambat hari ini. Ia dan beberapa anak kelas VI latihan menjadi petugas upacara hari Senin. Jani bertugas sebagai pembaca UUD 45. Tevi, Popy dan Ami sebagai pengibar bendera. Latihan untuk Jani selesai lebih dahulu.
Jani pulang berjalan kaki sendirian. Seperti biasa ia lewat di depan rumah Lina. Tiba-tiba Jani menghentikan langkahnya.
"Tevi lapar pulangnya dekil. Popy renang di kolong. Ami setrika lipat. Jani kacau kali weni..." Dari jendela kamar Lina terdengar suara itu.
"Linaa !" Jani geram. Anak itu rupanya masih juga mengolok-olok teman-temannya. Bahkan kini Jani pun ikut diolok-olok, Kekesalan Jani sampai ke ubur-ubur. Ia bergegas kembali ke sekolah. Ia memberitahukan hal ini pada Tevi, Popy dan Ami yang baru selesai latihan.
Klik juga ini : Lima Menit yang Lalu
"Apa? Lina jadi tukang olok-olok," Tevi, Popy,dan Ami tak percaya.
"Kalau tidak percaya, ikut aku untuk membuktikannya!" sahut Jani. Untuk membuktikan ucapannya, Jani mengajak mereka ke rumah Lina. Di depan pagar rumah Lina, mereka memasang telinga. Tak lama kemudian mereka mendengar teriakan olok-olok Lina. Seperti yang diceritakan Jani.
Popy dan Ami tampak kesal. Mereka hendak meneriaki Lina, namun dicegah oleh Tevi.
"Lebih baik kita bertanya dengan cara yang sopan," kata Tevi.
![]() |
| Gambar : Majalah Bobo |
Jani mengetuk pintu rumah Lina. Sesaat kemudian Lina muncul di pintu dengan wajah terkejut. Jani langsung mencecarnya dengan pertanyaan.
"Lina memangnya apa salah kami sampai kamu tega mengolok-olok kami ? Kamu bilang Tevi lapar pulangnya dekil. Kamu juga mengolok aku. Popy, dan Ami.LIna bengong, namun lalu ia tertawa geli. Jani dan ketiga temannya semakin jengkel.
"Oh maaf, maaf. Aku bukannya mengolok kalian. Tapi sedang belajar. Kalian tahu, aku kan tidak sepandai kalian. Itu sebabnya aku memmakai cara yang unik saat menghapal. Aku memakai jembatan keledai,"jelas Lina.
"Maksudmu ?" tanya Jani,
"Aku suka lupa tahapan dalam metamorfosis sempurna. Supaya ingat aku bikin kalimat Tevi Lapar Pulangnya Dekil. Huruf depannya untuk mengingatkan aku pada Telur, Larva, Pupa Dewasa. Popy renang di kolong ituuntuk mengingatkan pada nama enxim di lambung.Pepsin, Renin dan Klorida.Ami setrika lipat berarti Amilase, Tripsin,dan Lipase yaitu enzim pada getah pankreas."
"Lalu apa arti Jani Kacau kali weni?" tamya Jani ketus.
"Itu rumus jarak. Artinya Jarak sama dengan kecepatan dikali waktu."
"Jadi kamu bukan mengolok-olok kami?" tanya Jani lagi
Lina menggeleng."Bukan, ini supaya aku bisa menghapal pelajaran dengan baik, Aku ingin pandai seperti kalian.. Kalian tidak keberatan kan?"
"Eh, oh tidak kok," jawab Jani, Popy, Tevi dan Ami sambil tersenyum salah tingkah.
Dimuat di Majalah Bobo, Edisi 13Tahun ke-XXXVII 9 Juli 2009
Behind The Story (BTS) :
Lupa warna
pelangi apa aja?'Hm..kamu tinggal ingat kata ini Mejikuhibiniu.
Yaitu
kepanjangan dari Merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu. Gampang kan.
Nah kalau kamu mememui kesulitan untuk menghapal pelajaran apa aja, kamu bisa
gunakan cara kreatif kayak gitu. Membuat jembatan keledai istilahnya.
Nah kamu bisa meniru apa yang dilakukan Jani di cerita itu yah.Kalau kebetulan nama jembatan keledaimu mirip nama temanmu, Hehe kamu jelasin aja kalo itu cuma jembatan keledai bukan olok olok.Ok
Kalau kesulitan dalam pelajaran cobalah berpikir kreatif untuk mengatasinya.
Gimana guys, silakan tulis komentarmu yah...


Comments
Post a Comment