High Heels Mama

 

https://albumceritaanak.blogspot.com/2020/12/high-heels-mama.html
Gambar : Majalah Bobo

Mama Sisy cantik dan suka bersolek.Penampilannya mirip artis di TV. Koleksi bajunya banyak. Koleksi tas dan sepatunya juga.Semua mahal. Mama Sisy selalu tampil oke. Baju, sepatu dan tas yang dipakai selalu oke.

Mama Sisy suka memakai high heels atau sepatu hak tinggi. Koleksi high heelsnya banyak. Semua warna, Mama Sisy punya. Warna hijau saja ada beberapa macam. Hijau ala daun pisang, ala apel Malang, bahkan ala lampu lalu lintas. Sisy suka melihatnya. Tapi itu dulu, sekarang menurut Sisy koleksi high heels Mama sudah kebanyakan.

Sore ini Sisy mengajak Rani belajar bersama di rumahnya. Rani sederhana tapi pintar luar biasa. Sisy dan Rani belajar di ruang tamu. Popo kucing kesayangan Sisy meringkuk malas di lantai. Saat Rani dan Sisy asyik belajar, Mama pulang.


Klik juga : Misteri Dasi


“Halo Si, Hai Rani!” Mama menyapa riang. Rani tersenyum malu-malu. Di tangan Mama bergelantungan kantong belanjaan. Rupanya Mama baru pulang dari mal. Sendirian karena papa ke luar kota.

“Mama beli apa ?” sambut Sisy.

“Kue, buku pesananmu, baju dan ini,” Mama meletakkan kotak kardus yang sangat bagus di meja lalu membukanya.”Tarraa...!”

“High heels lagi ?”Pekik Sisy. “Mama kan sudah punya warna ungu ?”

Gambar : Majalah Bobo


“Ini beda, sangat eksotik. Dihiasi sisik ikan  di sisi-sisinya. Keren kan, mumpung diskon. Sisy sewot, meski ada diskon tetap saja harga high heels Mama mahal. Mama membereskan belanjaan. Popo berputa-putar di sekitar high heels Mama. Mama sampai mengusirnya.

Tiba-tiba handphone Mama berbunyi. “Si, tolong simpan high heels Mama,”

Sambil cemberut, Sisy membawa high heels ke lemari penyimpanannya di lantai atas. Sisy mengajak Rani. Popo ikut-ikutan. Mereka tiba di ruangan tempat Mama menyimpan koleksi baju, tas ,dan sepatu. Lemari berjajar. Rani berdecak kagum. Sisy membuka salah satu lemari. Ternyata sebuah rak sepatu.

“Wow !” pekik Rani terpukau pada deretan sepatu di rak. Rak itu bertingkat delapan. Setiap tingkat diisi lima pasang sepatu. Jadi  high heels  Mama Sisy  40 pasang.

“Full ! Kutaruh saja di sini.” Sisy menaruh high heels begitu saja di depan lemari.

“Rani, apa ibumu punya high heels sebanyak ini juga ?"

Rani tertawa kecil. Ibuku ? Mana sempat?  Lagipula high heels mahal!”

Uh, Sisy baru ingat ibu Rani pedagang kecil di pasar. Ibu Rani bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Kebutuhan sekolah Rani yang utama. Sepatu Rani saja sudah waktunya pensiun belum diganti.

“Maaf ya ,” sesal Sisy.

“Tidak apa,” Rani tersenyum.

Keesokan paginya, “Apa ?” Mama terkejut. Mbak Darsih memberitahukan bahwa dua orang polisi ingin bertemu Mama.

“Ada apa Ma ?” Sisy bingung. Mama menggeleng bingung. Mbak Darsih membuka pintu. Lalu mempersilakan kedua polisi masuk. Pak polisi berdehem beberapa kali.


Klik juga ini : Mobil Terbang Daffa


“Tadi malam ada pencuri masuk ke rumah tetangga sebelah Ibu. Kami menemukan ini!” Pak Polisi menunjukkan kantong plastik berisi benda berwarna ungu. High heels baru Mama.

“Astaga," Mama terkejut.

“Menurut tetangga Ibu, Ibu suka sekali memakai High heels. Apa ini milik Ibu ?”

“Benar Pak. Baru kemarin saya membelinya,” jawab Mama tegang.

“Benda ini ada di TKP.Jadi ibu harus menjelaskannya kepada kami."

“Mama bukan pencuri Pak Polisi. Saya tidur dengan Mama semalam,” sahut Sisy berani. Beruntung Sisy sesekali baca buku cerita detektif, jadi dia bisa membela Mamanya.

“Tetapi bagaimana benda ini  bisa ada di rumah sebelah?" selidik Pak Polisi. Mama kebingungan.

Sisy melihat baik-baik sepatu yang cuma sebelah itu. Tiba-tiba matanya berbinar.

"Pak Polisi yang  membawa  high heels  ini ke rumah sebelah adalah Popo, kucing kami."

Sisy menunjukkan bekas gigitan pada kulit sepatu. Sisy hapal betul bekas gigitan Popo, sebab Popo suka menggigit benda-benda di rumah.

Mendengar namanya disebut, Popo melompat-lompat di sekitar kaki Sisy, seolah-olah ingin mengatakan iya. Petunjuk yang ditemukan Sisy sangat membantu. Tetapi Mama tetap harus menjawab pertanyaan dari Pak Polisi. Mama akhirnya berhasil meyakinkan Pak Polisi.

Kedua polisi pergi. Mama lega.

“Popo, kamu bikin masalah!”  Mama memarahi Popo. Popo mengeong sedih.

“Bukan Popo, Ma. Tapi sisik ikan di high heels itu !” seru Sisy. “Sisik ikan itu pasti masih bau amis, jadi Popo suka," bela Sisy sambil tertawa.

“Pintar kamu Si,”puji Mama. “Ya sudahlah besok Mama mau beli high heels lagi mumpung masih diskon.”

“Jangan Ma,” tahan Sisy.

“Lo ?”

“Sisy punya ide yang lebih baik. Ehmm...Rani perlu sepatu baru,Ma.”

Mama terdiam. Tapi kemudian tersenyum dan mengangguk. 


Dimuat di Majalah Bobo edisi 24 tahun XL, Kamis 10 September 2012


Behind The Story (BTS) :

Berapa pasang  sepatumu. Dua, tiga,tujuh, sebelas? Atau bahkan lebih. Nah buat kamu kamu yang punya koleksi banyak sepatu, jangan lupain orang-orang di sekitarmu yang punya sepatu cuma sepasang itupun sudah ga layak banget kondisinya.

Daripada numpuk enggak tau kapan pakainya karena kebanyakan, trus jadi rumahnya kecoa,  sumbangin aja sebagian.

Ide cerita ini mucul saat nonton TV. Melihat artis yang punya sepatu yang berderet-deret di rak.

Gimana menurutmu, yuk tulis komentarmu

Comments

Popular posts from this blog

Melepas Topeng Frengky