Misteri Dasi

https://albumceritaanak.blogspot.com/2020/11/misteri-dasi_3
Gambar : Majalah Bobo

Ayah Carlo pembuat dasi yang hebat. Berbagai motif dan corak dasi telah dibuatnya. Polos, bergaris, polkadot, batik, dan lainnya. Banyak pula dasi yang dilukisnya sendiri. 

Carlo anak yang rajin dan cerdas. Selain membantu ayah melayani pembeli di toko, Carlo pun belajar melukis dasi. 

Sore ini sedang sepi saat seorang lelaki berwajah ramah muncul. Carlo terkejut, orang itu adalah Doktor Agam, seorang peneliti lingkungan yang terkenal di kota Carlo. Hasil penelitiannya sangat bermanfaat bagi masyarakat.

“Ada yang bisa saya bantu, Pak ?” Carlo gugup.

“Tolong carikan dasi yang cocok untukku, Nak,”kata Doktor Agam lembut.”Aku ada acara besok malam.”

“Nama saya Carlo. Apa warna baju yang akan Anda pakai besok ?” tanya Carlo bersemangat.

“Ehmmm....putih polos.”

Aha ! Carlos tersenyum. Tidak sulit. Semua motif dan warna dasi akan cocok dengan baju warna putih. Carlo teringat pada dasi buatannya. Alangkah bangganya jika dasi buatannya dipakai oleh orang sehebat Doktor Agam. Dasi itu berwarna biru. Di dasi itu Carlo melukis gelombang laut, rumput laut dan dua ekor ikan yang sedang berenang.

“Kehidupan laut harus selalu dijaga. Itulah makna dasi buatan saya ini, Pak.” jelas Carlo sambil menunjukkan dasi buatannya.

“Oh luar biasa, aku akan membelinya. “

Carlo senang sekali. Ia segera membungkus dasi itu lalu menyerahkannya pada Doktor Agam.

“Carlo, kau anak yang mengagumkan. Datanglah besok malam ke rumahku,” undang Doktor Agam. Wow Carlo terperangah. Kejutan yang hebat.

https://albumceritaanak.blogspot.com/2020/11/misteri-dasi_30.html
Gambar : Majalah Bobo

Esoknya Carlo datang ke undangan Doktor Agam bersama ayahnya. Betapa bangganya Carlo melihat dasinya di pakai oleh peneliti yang ramah itu.


Klik yuk :Tina dan Mall Baru


“Selamat datang,” sambut Doktor Agam. “Ssst..apa dasi ini benar-benar cocok untukku ?”

“Tentu Pak,” bisik Carlo.

Rumah Doktor Agam ramai. Ternyata malam ada acara penganugerahan penghargaan untuk Doktor Agam. Terlihat beberapa polisi yang berjaga. Menurut ayah Carlo, akhir-akhir ini Doktor Agam sering mendapat ancaman penculikan.

Ayah Carlo asyik mengobrol dengan tamu lain.  Sementara itu Carlo berkeliling di rumah Doktor Agam yang luas. Tak sengaja Carlo bertemu dengan empat penari topeng yang akan memberi hiburan. Sayang mereka sangat tidak ramah.

“Anak kecil,  pergi  ! Ayo pergi !” hardik salah seorang penari topeng.

Acara dimulai. Para tamu berkumpul di ruang tengah yang luas. Penghargaan untuk Doktor Agam diserahkan oleh wakil pemerintah kota. Para tamu bertepuk tangan. Lalu para penari topeng muncul. Mereka menari dengan gegap gempita. Tiba-tiba lampu padam. 

Ruangan gelap gulita. Suasana kacau balau. Carlo ketakutan. Ia memegang erat ayahnya. Untunglah lampu segera menyala. Acara kembali berlanjut.  Tetapi ia melihat sikap Doktor Agam yang tampak berbeda. Ia tak banyak senyum dan sering menunduk.

Setelah acara usai para tamu berpamitan pada Doktor Agam. “Terima kasih telah mengundang kami,” pamit Carlo. Doktor Agam tampak tak peduli.

“Silakan mengunjungi toko kami lagi. Kami akan membuatkan dasi terbaik untuk Anda,” kara Carlo. Doktor Agam tampak jengkel.

“Dasi, siapa peduli ? Cepat pergi anak kecil, “bisiknya menghardik. Tentu saja Carlo terkejut. “Uh, aneh sekali Doktor Agam.”

Carlo beranjak pergi.  Tak sengaja matanya menatap dasi Doktor Agam. Mata Carlo terbelalak. Mulutnya menganga.

“Yuk pulang. Doktor Adam pasti kecapekan,” ajak ayah Carlo.

“Di....dia...b..Doktor Agam,” seru Carlo.

Ayah Carlo terkejut.  Carlo menunjuk Dasi yang dipakai oleh Doktor Agam.


Klik juga : Bebek-Bebek Dekil


Para tamu gempar. Polisi segera beraksi.  Ternyata saat lampu padam Doktor Agam diculik. Ia digantikan oleh Doktor Agam palsu yang memakai topeng wajah mirip Doktor Agam. 

Para penari topeng itu ternyata anggota kawanan penculik. Mereka berkomplot dengan asisten Doktor Agam. Polisi berhasil menangkap mereka semua.

“Bagaimana kau tahu dia bukan Doktor Agam ? Dia meniru semua penampilan Doktor Agam ?” tanya seorang polisi pada Carlo. saat keadaan sudah tenang.

“Ada yang berbeda,” kata Carlo. “Dasi mereka bergambar gelombang laut, rumput laut dan dua ikan yang berenang. Tapi gambar ikan pada dasi Doktor Agam asli menghadap ke kanan. Sedangkan yang palsu menghadap ke kiri.Aku tahu sebab akulah pelukisnya!”

Semua orang berdecak kagum. Mereka memuji ketelitian Carlo. Polisi kini tahu asisten Doktor Agam yang membuat tiruan dasi bergambar ikan itu.  Namun tiruannya tidak sempurna.

Ketika pulang wajah Carlo berseri-seri. Ia senang Doktor Agam berhasil dibebaskan dari penculikan.    

Dimuat di majalah  Bobo Edisi 24 Tahun XL Kamis, 20 September 2012


Behind The Story (BTS)


Pingin banget membuat cerita detektif tentang anak yang suka melukis
Melukis di kertas sudah biasa, bagaimana menulis di dasi ? Sungguh sangat tidak biasa. Seorang anak bernama Carlo melukis dasi dengan gambar dua ikan. Dasi Carlo ingat betul apa yang dilukisnya. Sehingga jika ada yang tidak sama, maka Carlo langsung curiga., 

Nah Carlo dengan cerdas mengungkap suatu keanehan.Keren kan.















Comments

Popular posts from this blog

Melepas Topeng Frengky