Bebek-Bebek Dekil



“Kwek-kwek kwek kwek !” puluhan bebek bulu coklat keluar dari kandang peternakan Pak Beni. Wajah mereka cerah, secerah pagi ini. Tiga ekor bebek tampak beda. Bulu mereka putih dan wajah mereka cemberut. Tiga bebek putih itu bernama Kwi, Kwa dan Kwo.  Mereka  penghuni baru  di kandang peternakan Pak Beni. 

“Ih, Jauh-jauh sana Bebek dekil” jerit Kwo, saat bebek-bebek coklat menyenggolnya. Tiga bebek putih itu memang sombong. Mereka merasa memiliki bulu yang lebih indah dan bersih. Mereka menyebut para bebek coklat itu  bebek Dekil.

 Kwe, si bebek tua memimpin barisan. Seperti biasa mereka akan pergi ke sungai untuk mencari makan dan mandi.   Para bebek  rapi berbaris, kecuali  Kwi, Kwa dan Kwo.

 “Ikutlah dengan kami. Kami akan pergi ke sungai yang indah dan bersih. !” ajak Kwe.

“Tidak, kami ke sungai lain saja.  “Pasti kalian mandi di  sungai yang kotor, bulu-bulu kalian dekil begitu,” ejek Kwa.

 “Tapi  kalian  belum mengenal tempat ini,” ujar  Kwe khawatir.  

Akhirnya rombongan bebek coklat pun pergi. Kwi , Kwe dan Kwo dengan penuh percaya diri berjalan mencari sungai yang bersih. Peternakan bebek Pak Beni terletak di daerah yang tandus. Tidak mudah menemukan sungai yang bersih. Setelah berjalan cukup jauh akhirnya Kwa. Kwi dan Kwo menemukan sungai kecil. Sungai itu bersih. Airnya mengalir tenang. Tak jauh dari sungai itu berdiri bangunan dengan banyak cerobong hitam. Kwi , kwe dan Kwo segera benerang dan mandi sepuas-puasnya.

Esok pagi, Kwe  mengajak lagi Kwi, Kwa dan Kwo untuk bersama-sama pergi ke sungai.

“Tidak usah, bebek tua, kami sudah menemukan sungai kami sendiri. Sebuah sungai   dekat bangunan bercerobong. Sekarang kami mau pergi kesana

 “Apa? !Kwi  terkejut “ Hey jangan ke sungai itu. ”

 Tapi Kwi, Kwa dan Kwo tidak menggubris. Mereka berlari meninggalkan rombongan bebek coklat. Tiba di sungai kecil itu mereka langsung terjun dan berenang.

“Cihuyy !” Kwe, Kwi dan Kwo meluncur mengikuti arus air. Mereka berenang berdampingan. Mengibas-ngibaskan bulu mereka yang indah. Amboi cantik nian tiga bebek putih itu. Bangunan bercerobong itu pagi ini tampak ramai. Ada kesibukan di sana. Kwo yang melihatnya agak heran sebab kemarin tempat itu sepi. 

“Ayo lomba, Kwo. Yang paling cepat  itu pemenangnya, Teriak Kwa dan Kwi.

“Oke !” jawab Kwo. Ia segera lupa pada yang baru saja dilihatnya. Kwa, Kwi, Kwo lomba berenang. Mereka meluncur ke ujung sungai. Kwa cepat sekali, disusul Kwo dan Kwa. Mereka adalah  tiga peenang handal. Siuut ! Kwi, Kwa dan Kwo meluncur. Di depan mereka tiba-tiba mengalir sesuatu yang berwarna kehitaman. Cepat, dan segera menyebar memenuhi sungai. Kwi, Kwa dan Kwo terkejut. Seketika mereka menjerit  “Aaaa…bulu-buluku !” Bulu-bulu Kwi, Kwa terasa panas, lalu menghitam dan lengket.  

“Tolong…!” mereka berteriak ketakutan. Ketiganya menjadi susah utuk berengan. Kwi , Kwe dan Kwo menangis. Tak ada yang menolong mereka. Tiba-tiba terdengar suara ramai.

“Kwek  kwek kwek !” Bebek tua Kwe dan rombongan bebek coklat datang. Mereka berusaha menolong. Kwi Kwa dan Kwo. Kwe segera encari ranting panjang..  Kwe mengulurkan ranting panjang, Kwi menangkap ranting itu dengan paruhnya. Bersama beberapa bebek coklat, Kwe menarik Kwi , kWa dan kwo ke tepi  sungai bergantian.

 “Buluku !” tangis tiga bebek putih itu. Bulu mereka sangat kotor, lengket dan berminyak.

 “Sudah kuperingatkan kalian. Tapi kalian tidak mau mendengar. Bangunan bercerobong itu adalah sebuah tambang minyak. Tambang itu membuang limbahnya ke sungai-sungai. Sungai di sekitar sini sudah banyak yang tercemar. Kini sungai kecil inipun tercemar.”

“Huhuhu..bagiaman dengan bulu kami.”

 “Mari ke sungai tempat kami berenang. Disana kalian bisa membersihkan diri.

 Kali ini Kwi, Kwa dan Kwo menurut. Mereka  berbaris mengikuti rombongan bebek coklat menuju sungai. Mereka membersihkan diri disana. Tapi susah sekali untuk menghilangkan kotoran itu. Duh malunya Kwi, Kwa, dan Kwo. Kini mereka telah menjadi  tiga ekor bebek dekil. Sangat dekil ! 

Hikmah Cerita

Sombong itu adalah salah satu penyakit hati.Islam melarang kita untuk bersikap sombong, sebagaimana terdapat dalam QS Al Luqman 18, yang artinya Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia karena sombong, dan jangan lah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh.

Banyak sekali sungai yang tercemar saat ini. Akibat perbuatan manusia. Tidak hanya manusia yang dirugikan tapi juga mahkluk hidup lainnya.

Ayo kita jaga kebersihan sunga-sungai kita

Comments

Popular posts from this blog

Melepas Topeng Frengky