Ayahku Hebat

Tema cerita besok adalah Ayahku Hebat!” Bu Safa memberi tugas bercerita di depan kelas. Wow, tema yang keren ! Rido sangat  bersemangat. Rido sayang ayah. Rido selalu bangga saat bercerita tentang kebaikan ayahnya kepada siapa saja. 

“Ayahku baik hati dan suka menolong. Senyumnya lebar sekali selebar topi yang dipakainya setiap hari. Ayahku selalu bekerja dengan gembira. Tak kenal lelah dan putus asa. Di rumah aku, ibu dan adikku selalu berdoa untuk beliau.” 

Kalimat itu dibuat Rido dengan cepat semalam. Dan pagi ini ia sudah menghapalnya dengan sempurna. Saatnya  pun tiba. 

“Saya Bu, saya Bu !”

Semua anak ingin maju duluan. Rido apalagi. Ia menegakkan badannya yang kecil, mengangkat tangan tinggi-tinggi supaya Bu Safa melihatnya. Rido kecewa sekali. Wingky, Anne, Rafa, Cindy ditunjuk duluan. Wingky maju lalu berkata  dengan lantang.

“Ayahku hebat. Ayahku seorang pengacara. Tugasnya membantu orang yang mendapat masalah hukum. Ayahku mendampingi orang tersebut di pengadilan. Ayahku selalu berusaha menegakkan kebenaran dan keadilan. 

Giliran Anne,  “Papaku bekerja di bidang farmasi atau obat-obatan. Papaku seorang apoteker. Bekerja di apotek Rumah sakit ternama. Papaku pandai dalam meracik obat resep dokter. Kata papaku seorang apoteker harus teliti.. Jika besar nanti aku ingin pula menjadi apoteker. Aku akan  mendirikan apotek di sebelah rumahku,“ kata Anne.

“Ayahku pemberani. Beliau petugas pemadam kebakaran.  Tugasnya memadamkan api di rumah dan gedung-gedung yang terbakar. Kata ayah banyak bangunan yang terbakar karena kecerobohan pemiliknya. Sudah banyak bangunan yang diselamatkan ayahku dan teman-temannya. Bagiku petugas pemadam kebakaran adalah pahlawan yang gagah berani.”

“Ayahku seorang reporter televisi. Ayahku  melaporkan peristiwa penting dan menarik di suatu tempat kepada penonton TV. Ayahku meliput berita hingga  ke luar negeri.”

Bu Safa lalu memanggil Romy, Nayya, Tasya dan Iqbal. Romy bangga sekali pada ayahnya yang seorang dokter ahli penyakit dalam, Nayya bercerita tentang ayahnya yang seorang Desainer Web, atau pembuat situs di internet, Ayah Tasya seorang Diplomat yang bekerja di KBRI Thailand, Ayah  Iqbal seorang anggota DPR.

Duh, perut Rido  mulas.. Badannya menciut seperti balon kempis. Duduknya tak tegak lagi di bangku. Ia kini bersembunyi di balik punggung Doni. Tapi...

“Rido !”

Rido terkejut,” Eh ehm.. bbelum siap Bu.”

Bu Safa terheran-heran. Anak lainnya pun demikian

“M-mau ke belakang, Bu !” Rido lari keluar kelas dengan wajah memerah.

 

KRING KRING KRING! Rido menoleh lesu .Ayah telah datang menjemputnya di depan sekolah. Rido naik ke boncengan sepeda butut Ayah. Kakinya berdesakan dengan kantong kain yang menggantung di bawah boncengan itu. Isinya sepatu-sepatu, lem, palu, benang dan alat lainnya.. Ayah Rido tukang reparasi sepatu. Heh, apa hebatnya tukang reparasi sepatu ? Rido mendesah . Ini dia yang membuatnya malu ke depan kelas. Rido tak menyangka,  semua temannya bercerita tentang pekerjaan ayah mereka yang  keren.

“Rido, kita tidak langsung pulang.  Masih ada  yang harus ayah kerjakan,” kata ayah. Ayah masuk ke gang kecil. Berhenti pula di sebuah rumah yang kecil. Ibu dan anak perempuannya keluar. Wajah mereka gembira waktu ayah menyodorkan sepatu perempuan yang tidak baru,  tapi masih cukup bagus. Kemarin sepatu itu menganga di bagian depannya. Ayah membetulkannya. Mulut sepatu itu kini rapat lagi.

“Terima kasih, ya Pak. Kalo gini kan bisa berhemat,  tak perlu beli sepatu dulu,” kata ibu itu.

Ayah mengantarkan lagi sepatu lainnya.  Ada boot, sandal, bahkan high heel.  Pemiliknya sangat berterima kasih. Ayah menjawabnya dengan senyum yang lebar.

“Kita kemana lagi,” tanya Rido enggan. Ayah tersenyum penuh arti. Ayah lalu berhenti di sebuah kios kecil yang tertutup pintunya. Lalu mengambil sebuah kunci dari tasnya.

“Ayah kok membuka kios orang tanpa ijin ?” Rido berteriak heran.

“Tidak perlu , karena kios ini milik kita.”

“PPunya kita ?” Rido terkejut.

“Menyewa.tepatnya. Seorang pelanggan ayah menyewakan kios ini dengan harga murah sekali. Ayah ingin mengembangkan usaha reparasi sepatu dengan membuka bengkel sepatu.”

Bengkel sepatu! Hi hi...Rido geli. Tapi cuma sebentar, karena Ayah memberi kejutan  berikutnya. Sebuah papan nama bertuliskan  BENGKEL SEPATU  ARRIDLO !

“Wah, ayah memberi nama bengkel  dengan namaku!”

“Ya, semoga bengkel ini maju, agar ayah bisa mewujudkan mimpi ayah lainnya yaitu membeli sepeda motor, ”ujar ayah dengan penuh kesungguhan.

“Ayah, seperti apa orang hebat itu ?” tanya Rido tiba-tiba.

“Orang yang bermanfat bagi orang lain. Orang yang selalu berubah menjadi lebih baik. Orang yang berusaha keras mewujudkan mimpinya.”

Wow, Rido terpana. Sosok dihadapannya kini tampak begitu keren dan hebat.

 

Hikmah Cerita :

Ayah yang hebat aadalah ayah yang berjuang aekuat tenaga untuk kehidupan keluarganya. Seorang anak harus  bangga terhadap orang tuanya. Ikut mendukung dan mendoakan mereka

Comments

Popular posts from this blog

Melepas Topeng Frengky