Kebanjiran Ide

 Bu Aci guru Bahasa Indonesia memberi tugas mengarang cerita. Waktunya seminggu. Tema karangan bebas. Tio pusing. Ia merasa tak bisa  mengarang.  Waktu satu minggu hampir lewat. Pikiran Tio  buntu.

“Aku  tak punya ide,” teriak Tio.

“Cari tempat sunyi. Yang jauh dari keramaian !” saran Rena, teman sekelas Tio.  Rena pandai  mengarang.

“Tempat yang sepi ?”

“Yah, tidak boleh ada gangguan. Seperti pertapa. Mengurung diri di kamar. Itulah caraku mendapat ide,” jawab Rena mantap.

 Tio  segera melaksanakan saran Rena.

“Ibu…jangan ganggu aku dulu  ya. Aku mau bertapa dulu ! ” seru Tio.

BRAKK ! Tio menutup pintu kamarnya.  Menguncinya.  Tio duduk di meja belajarnya. Semua saran  Rena sudah dijalankannya. Saatnya mencari ide !

 

Tio konsentrasi. Pikirannya mulai mengembara.  Sepuluh menit, lima belas menit, satu jam…“Aduh susseh amaat sihh ?!” Tio ngomel.

Tio mondar-mandir di kamar. Ia coba mengingat  kejadian di  masa lalunya. Itu bisa jadi ide  juga kan.  Tio pernah nyungsep saat belajar naik sepeda. Tio  pernah  dikejar anjing. Tio pernah naik pohon dan nggak bisa turun.

 “Itu siiih biasa bangeet. Tidak keren !” keluh Tio.

 

 Pintu kamar Tio tiba-tiba diketuk. Tio marah, “Ada apa sih !”

Dito adiknya  berdiri di muka pintu.  “Kak, nonton  yuk! Sore ini ada pertandingan sepak bola. Kampung kita lawan kampong sebelah,” kata Dito.

“Ogah, nonton aja sendiri,” tolak Tio cepat. BLAKK ! Tio pun menutup pintu kamarnya..

 

Tio  kembali mencari ide. Ia mondar-mandir dan berharap ide cepat hinggap di  kepalanya. Namun tak lama kemudian, ada suara berisik dari balik jendela kamarnya.. Tio serta merta membuka jendela. Novi tetangganya ciliknya nyengir sambil main boneka.

 

“Novi jangan berisik dong  !” omel Tio. Tapi Novi malah tertawa cekikikan      “Kak Tio lagi ngumpet di kamar ya?”ejek Novi.

 “Huh banyak gangguan. Gimana bisa dapat ide kalo gini ! Tio mengomel lagi

“Tio…Tio..tolong ibu sebentar Nak !” Ibu tiba-tiba mengetuk pintu kamar Tio.

“Ada apa Bu ?” Tio membuka pintu sambil cemberut.

“Tolong belikan ibu gula di warung Bu Puji. Ibu sedang bikin kue, tidak bisa ditinggal nih. Tolong ya Tio,” kata ibu.

“Tapi Bu, Tio sedang mencari ide untuk mengarang cerita. Tio harus konsentrasi.”

Ibu tersenyum,” Begitu ya. Begini saja, sekarang pergilah dulu membeli gula untuk ibu. Nanti ibu akan membantumu. Tapi dengar pesan ibu ini. Selama perjalanan menuju Toko Bu Puji, bunga mata dan telingamu lebar-lebar !”

 

Dengan enggan Tio pergi ke toko Bu Puji.  Ia  menuruti saran ibunya untuk membuka mata dan telinganya lebar-lebar.  Di jalan Tio bertemu dengan Oji si tukang semir sepatu.  Oji  tetangga Tio. Ia yatim piatu dan kini tinggal bersama kakeknya.  Tio melewati bengkel motor Pak Ari . Pak Ari duduk di kursi roda. Tangannya cekatan mengotak-atik motor pelanggan bengkelnya. Kegigihan Pak Ari yang cacat kakinya sangat mengagumkan.

 

Ada suara ribut ! Asalnya dari lapangan sepak bola. Tio cepat berlari ke lapangan. Dito senang melihat Tio. Dito dengan heboh menceritakan kejadian di lapangan itu. Tim kampung sebelah curang, akibatnya tim Kampung Tio mogok bertanding. 

Tiba-tiba wajah Tio ceria. Ia cepat berlari pulang.

 

“Tidak perlu bantuan ibu ?” tanya ibu heran karena Tio segera masuk ke kamarnya.

“Tidak perlu Bu, aku sudah dapat ideee !” teriak Tio senang.  Tio segera duduk di meja belajarnya.  Kisah Oji, kisah Pak Ari, cerita di lapangan…Olala kini Tio malah kebanjiran ide.  

 

Wow, Tio senang sekali. Karangannya selesai dengan cepat. Ia kini mengerti mengapa ibu menyuruhnya membuka mata dan telinga lebar-lebar di luar sana. Ternyata ide ada dimana-mana. Rena boleh saja mendapat ide dari merenung , tapi Tio beda. Yap ! Semua orang bisa dapat ide darimanapun.

 

Hikmah Cerita

Wah, jangan sampai kehabisan ide untuk bercerita ya, sebab ide banyak sumbernya.Kadang  dengan duduk diam di tempat sunyi seperti seorang pertapa kau bisa mendapat ide. Tapi sering kali tidak perlu juga sampai mengunci diri di kamar. Berjalan-jalan sambil melihat peristiwa dan benda sekitar kita, bisa juga mendatangkan ide. Dengan kata lain kepekaan kita pada segala hal disekitar kita akan membuat kita tak pernah kekurangan ide

Jika sudah dapat ide, mulailah membuat cerita dengan sepenuh hati. 

Comments

Popular posts from this blog

Melepas Topeng Frengky