Daftar Belanja yang Aneh

 

https://albumceritaanak.blogspot.com/2020/12/daftar-belanja-yang-aneh.html
Gambar : Majalah Bobo

Keluarga Sarimbi sangat sederhana. Itulah sebabnya ia harus bekerja untuk membantu orang tuanya. Sarimbi sangat senang diterima bekerja di rumah Tuan Siong. Apalagi tugasnya ternyata cuma satu, yaitu berbelanja.Ia tak perlu menyapu , mengepel atau menyiram tanaman.

Ini adalah  hari pertama Sarimbi bekerja. Pagi-pagi sekali, Tuan Siong menyerahkan selembar kertas yang terlipat rapi pada Sarimbi.

“Ini daftar belanjamu. Ingat, kau hanya boleh berbelanja di toko Pak Parliang langgananku. Berikan daftar belanjanya hanya pada Pak Parliang!” ujar Tuan Siong tegas.

Sarimbi segera berangkat ke pasar. Ia menggenggam uang lima puluh ribu rupiah dari Tuan Siong. Di jalan Sarimbi membuka daftar belanjaan itu. Telur puyuh 7 butir, kacang panjang 6 untai, merica 8 butir, tempe dua batang. 

Dahi Sarimbi berkerut. Tapi  ia tak sempat memikirkannya. Lagi karena terdengar seseorang memanggilnya. Bu Ningsih, salah seorang penjual sayur di pasar.

“Sarimbi, berbelanjalah di tempatku,” mohon Bu Ningsih yang sedang sepi pembeli. Sarimbi bingung. Ia dan ibunya memang biasa belanja di tempat Bu Ningsih. Tapi Tuan Siong hanya memperbolehkannya belanja      di Toko Pak Parliang. Ia takut melanggar perintah itu.

“Maaf Bu, lain kali saja ya,” Sarimbi menolak dengan sopan.

Toko Pak Parliang tidak terlalu ramai. Sarimbi segera menyerahkan daftar belanjanya. Lelaki itu memandang Sarimbi dengan tatapan menyelidik. Setelah itu tanpa berbicara ia memasukkan sayur mayur, lauk pauk ke dalam keranjang. Bahkan yang tak ada dalam daftar belanja. 


Klik ini yuk : Robot Profesor Suma


Pak Parliang lalu menyelipkan sebuah bungkusan di tengah barang belanjaan. Pasti bonus untuk Tuan Siong. Pantas saja Tuan Siong suka berbelanja di sini. Pak Parliang ternyata sangat murah hati, pikir Sarimbi. Dengan harga lima puluh ribu rupiah, Sarimbi mendapat barang belanjaan sebanyak itu.

“Serahkan belanjaan ini pada Tuan Siong secepatnya,”ujar Pak Parliang.

Uhg ! Keranjang belanja menjadi sangat berat. Sarimbi harus bersusah payah mengangkatnya. Tuan Siong menyambut Sarimbi di depan rumahnya. Ia membawa masuk keranjang ke dalam rumah. Sarimbi bengong. Keranjang itu semula akan dibawanya ke dapur agar dapat segera diolah menjadi masakan oleh Ibu Darmi, juru masak Tuan Siong.

Di hari kedua bekerja, lagi-lagi Sarimbi mendapat daftar belanja yang aneh. Telur puyuh 6 butir, kacang panjang 10 untai, merica 15 butir, tempe 2 batang. Tapi Sarimbi tak berani bertanya.

Bu Ningsih memanggilnya lagi. Kali ini Sarimbi tak tega menolak. Bu Ningsih sedang perlu uang untuk biaya berobat anaknya. Saat membaca daftar belanja Sarimbi, Bu Ningsih langsung tertawa.

“Daftar belanja apa ini ? Aneh sekali. Tapi jangan khawatir Sarimbi, ibu akan memberi harga yang baik.” Bu Ningsih mengisi keranjang belanja Sarimbi dengan setengah kilo telur puyuh, seikat besar kacang panjang, merica satu ins, dan tempe dua biji. Daftar belanja yang sudah tidak berguna itu dibuang saja oleh Sarimbi di pasar.


Klik juga yuk : Melepas Topeng Frengky


“Apa ? Jadi kau berbelanja bukan di toko Pak Parliang ?Anak nakal kau melanggar perintahku! “Tuan Siong sangat marah. Ia semakin marah saat Sarimbi telah membuang daftar belanjaannya.

“Cari sampai ketemu !” benataknya.

Dengan tergopoh-gopoh, Sarimbi pergi ke pasar. Untunglah ia menemukan kertas itu dan segera pergi ke toko Pak Parliang.Mengapa Tuan Siong marah sekali ? Apa yang dirahasiakannya ? Sarimbi mulai curiga.

Mata Sarimbi tak lepas memandang saat Pak Parliang memasukkan aneka macam sayuran ke dalam keranjang belanja. Sarimbi melihat saat tangan Pak Parliang menyelipkan sebuah bungkusan ke tengah keranjang. Seperti hari yang lalu Pak Parliang hanya mengenakan harga lima puluh ribu rupiah.

Sarimbi segera meninggalkan toko Pak Parliang. Ia lalu menyelinap masuk ke halaman belakang sebuah bangunan kosong. Sarimbi membuka bungkusan putih yang disisipkan Pak Parliang tadi.

“Astaga ? Apa ini ?” mata Sarimbi terbelalak saat mengetahui isinya.

Kantor kepolisian heboh. Mereka berhasil menangkap perampok toko perhiasan terbesar di kota. Pak Parlianglah perampok itu. Dan Tuan Siong adalah penadah barang curian. Keduanya tertangkap berkat Sarimbi yang telah melaporkan penemuannya. 

Selama ini Sarimbi dimanfaatkan untuk transaksi penjualan perhiasan curian. Kini semua barang bukti tersimpan rapi di kantor Polisi. Enam butir mutiara, 10 kalung bertahtakan batu rubi, 15 butir berlian, dan dua emas batangan. 

Tuan Siong memang cerdik. Ia menyebut kacang panjang untuk sebuah kalung, telur puyuh untuk butiran mutiara, potongan tempe untuk emas batangan dan sebagainya. Uang belanja yang diterima Sarimbi ternyata cuma sandiwara supaya Sarimbi tidak curiga. Segala pembayaran transaksi dilakukan melalui bank.

Sarimbi merasa senang bisa membantu kepolisian menangkap penjahat. Semula ia sedih karena kehilangan pekerjaan. Untunglah beberapa polisi berjanji akan mencarikannya pekerjaan baru, sebab Sarimbi terbukti adalah anak yang baik.

Bobo No.34 Tahun ke-XXXVI, Kamis 27 November 2008


Behind The Story (BTS) :

Pernah disuruh mama belanja trus mama memberi kita daftar belanjaan supaya gak lupa.

Nah dari situlah ide cerita ini berasal. Gimana kalau tiba-tiba kamu disuruh seseorang untuk berbelanja dan kamu mendapat daftar belanjaan yang aneh. Kamu diam saja atau bertanya.

Hm...atau diam-diam kamu menyelidikinya karena insting detektifmu langsung menyala.

Kamu pilih yang mana, yuk tulis di kolom komentar



Comments