Siapa Pencuri Kue Mama ?
![]() |
| Gambar : Majalah Bobo |
Mama Ina pemilik toko
kue yang dermawan. Pada setiap pengunjung anak-anak di toko kuenya, mama Ina
selalu menghadiahi mereka cupcake coklat. Cupcake itu enak sekali.
Toppingnya adalah selai stroberi dan permen jely warna-warni.
Minggu yang cerah. Ina membantu mama di toko kuenya. Di toko
hanya ada Kak Dewi asisten mama. Mama sibuk di dapur menyelesaikan
pesanan. Jam 9 pagi toko dibuka.
“Selamat datang,” sapa Ina pada seorang remaja putri pengunjung
pertama hari ini. Pembeli mulai banyak. Ina
segera membantu Kak Dewi. Toko sepi saat mama keluar dari
dapur membawa sebuah tart atau kue ulang tahun
sekaligus menjinjing tas. Tampak mama terburu-buru akan pergi.
“Namanya Bluerose, pemesannya mungkin akan datang nanti
sore,”teriak mama sambil menaruh tart itu
di etalase lalu menuju pintu keluar.
Bluerose! Pasti tart itu dihiasi mawar biru
dari krim mentega, pikir Ina. Ina ingin melihatnya tapi datang seorang bapak
dengan ransel besar. Tante Nur masuk. Seketika
suasana ramai oleh celoteh pelanggan mama itu. Pembeli datang lagi.
Kali ini seorang ibu dan anaknya. Wah, Ina senang sekali. Saatnya untuk
menghadiahkan cupcake.
“Hadiah dari kami,” Ina menyodorkan cupcake pada anak
laki-laki itu. Tapi ups, anak itu malah lari.
“Tidak enak,”teriaknya. Ina bengong. Si ibu lalu
mengambil cupcake dari tangan Ina. ”Maaf ya
dik. Terima kasih.”
|
Anak itu berlari
kesana kemari saat ibunya memilih kue. Ina tak bisa mengawasinya
karena melayani pembeli. Dan ketika ibunya hendak membayar, anak
itu berdiri di samping ibunya sambil makan cupcake. “Huh, katanya tidak enak,
“gerutu Ina dalam hati. |
|
|
Si ibu telah pergi, saat
mama menelpon. “Ina, pemesan Bluerose menelpon mama. Akan datang mengambil
kuenya pagi ini. Tolong siapkan kuenya sekarang.”
“Oke, Ma. Tapi seperti
apa Bluerose?” tanya Ina yang belum sempat melihatnya.
Klik ini : Daftar Belanja yang Aneh
“Bluerose adalah tart
putih yang sederhana. Cuma ada satu hiasan diatasnya, yaitu mawar biru. Ingat,
tidak ada hiasan lainnya!” Mama menyebutkan ciri-ciri Bluerose. Inapun mencari
Bluerose di etalase. Ia heran melihat kaca etalase terbuka.
Ada empat tart putih. Pertama tart putih berhiaskan coklat dan boneka barbie, kedua tart putih ditaburi coklat dan ceri, ketiga tart putih bertabur keju. Keempat, tart putih dengan mawar biru. Tapi di tart itu ada hiasan lainnya yaitu permen jely warna-warni. Jelas bukan Bluerose !Mana Bluerose?
![]() |
| Gambar : Majalah Bobo |
“Bluerose hilang,” pekik
Ina. Kak Dewi tidak percaya. Ia ikut mencari. Namun tak menemukannya. Bluerose
benar-benar hilang !
Ina panik.
Bluerose harus ditemukan sebelum pemesannya tiba.
”Siapa pencuri kue mama
?” Ia lalu mengingat-ingat siapa saja pembeli yang datang setelah
Bluerose diletakkan mama di etalase.
“Bapak bertas
besar,”seru Ina.“Bapak itu menyembunyikannya dalam
ranselnya.”
Kak Dewi menggeleng,
“Ransel tempat yang buruk untuk menyimpan tart.”
“Tante Nur.Tante itu
pura-pura heboh lalu mencuri kue,” tebak Ina lagi.
Kak Dewi menggeleng
lagi,”Tante Nur pelanggan yang baik. Tak mungkin mencuri.”
Ina bingung. Pembeli
lainnya pun tak pantas dicurigai. Ina berdiri di dekat pintu.
Tangannya menyentuh daun pintu dan merasakan sesuatu yang lengket di
sana. Ina menarik tangannya dan tangannya kini penuh selai stroberi.
Klik ini juga : Mobil Terbang Daffa
“Ih, siapa membuang
selai di sini,” pekiknya kesal. Tiba-tiba datang pembeli lagi. Si ibu dan anak
tadi.
“Mbak, saya
pesan cupcake coklat untuk anak saya ini. Ia suka cupcake
tadi. Ia suka sekali coklat tapi tak suka selai stroberi dan permen jely,”
jelas ibu tadi pada Kak Dewi.
Ina terbelalak
mendengarnya. Tiba-tiba ia merasa akan segera dapat memecahkan teka-teki ini.
Saat ibu tadi pergi Ina segera mengecek belakang pintu. Ia menemukan banyak
selai stroberi menempel di sana. Ina melihat ke dalam tong sampah. Kosong!
“Bluerose sudah
ketemu!”seru Ina mengagetkan Kak Dewi. Ina lalu berkata lantang. ”Anak ibu tadi
pelakunya. Kata ibunya, ia suka coklat tapi tak suka selai stroberi dan permen
jely. Ia pasti makan cupcakenya setelah membuang selai stroberinya
di pintu itu. Lalu permen jelynya tidak dibuangnya ke tong sampah tapi
ditaruhnya di atas Bluerose.
Jadi Bluerose tidak
hilang. Hanya penampilannya menjadi berbeda dengan tambahan permen jely yang
ditaruh anak itu diatasnya. Tart keempat adalah Bluerose!”
“Bagaimana anak itu
melakukannya, etalase terkunci ?” tanya Kak Dewi belum yakin.
“Kaca etalase terbuka,
sepertinya mama lupa menutupnya karena terburu-buru.”
Kak Dewi segera
memperbaiki Bluerose. Kak Dewi tampak tersenyum. Ia merasa
beruntung ditemani Ina yang cerdik hari ini.
Dimuat di Majalah Bobo Edisi 22 Tahun XLVII Kamis, 5 September 2019
Behind The Story (BTS) :
Apakah kau punya toko kue. Lalu ada pesanan yang hilang. Padahal pemesannya akan segera datang. Bagaimana perasaananmu ?
Ide cerita ini karena tertarik pada judulnya. Pasti seru dan menegangkan kalau kue tak ada saat tamu mulai datang.
Bener kan guys


Comments
Post a Comment